‘The Mute’s Soliloquy’: Kebisuan Pramoedya Menggapai Dunia

Leila S. Chudori, Dewi Rina Cahyani
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pramoedya menggetarkan dunia melalui kata-kata. Meski ia terkurung di sebuah pulau terpencil, dari tangannya dan dari nuraninya telah mengalir kata-kata yang memiliki kekuatan yang menukik ke dalam kalbu. Ia menulis dengan bahasa yang sederhana, tanpa pretensi, tanpa pembaruan dalam khazanah kesusatraan Indonesia, tetapi ia menggunakan riset dan data sejarah yang luar biasa mengagumkan. Kekayaannya lebih terletak pada ide dan bukan pada simbol atau imaji. Dia menjadi legenda karena produktivitasnya dan juga karena kehidupannya selama 14 tahun di Pulau Buru. Continue reading “‘The Mute’s Soliloquy’: Kebisuan Pramoedya Menggapai Dunia”

Quran berwajah puisi

Julizar Kasiri, Ivan Haris, Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com

SEBUAH upaya memuliakan Quran terhenti di tengah jalan. H.B. Jassin, penulis terjemahan Quran berjudul Quran Bacaan Mulia, ingin menerbitkan Quran yang ditulis mirip susunan puisi. Ia pun sudah mempersiapkan judulnya, Al Quran Berwajah Puisi. Tapi baru 10 juz dikerjakan, muncul imbauan supaya kreasi itu tak dilanjutkan. Itu, ”mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya,” menurut ketua Lajnah Pentashih Mushaf Al Quran, lembaga yang berwenang mengesahkan penerbitan Quran. Continue reading “Quran berwajah puisi”

Rafilus tak jatuh dari langit

Leila S. Chudori
http://majalah.tempointeraktif.com/

“APA yang hendak diceritakan novel Rafilus?” Ini pertanyaan budayawan Umar Kayam di depan pengunjung di ruang Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki, Sabtu pekan lalu. Didampingi moderator Salim Said serta Nirwan Dewanto sebagai pembahas, Kayam, dengan suara getar, membacakan makalahnya Rafilus Budi Darma. Komite sastra Dewan Kesenian Jakarta juga mengajukan Umar Junus dan Faruk H.T. untuk mendiskusikan karya-karya Ahmad Tohari. Continue reading “Rafilus tak jatuh dari langit”

Perjalanan Mencari Cinta

Leila S. Chudori
majalah.tempointeraktif.com

Sutradara Teddy Soeriaatmadja melahirkan film terbarunya sebagai alternatif dalam peta perfilman Indonesia. Para aktor senior menyalakan cahaya dalam film ini.

BANYU BIRU Sutradara: Teddy Soeriaatmadja Skenario: Rayya Makarim, Prima Rusdi, Jujur Prananto Pemain: Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Didi Petet, Butet Kertaredjasa, Dian Sastrowardoyo Produksi: Salto Films dan M&M Entertainment Continue reading “Perjalanan Mencari Cinta”

Bahasa ยป