Judul : Mencari Beningnya Mata Air, Renungan A. Mustofa Bisri
Penulis : A. Mustofa Bisri
Edisi : I, September 2008
Halaman : viii + 152 Halaman
Penerbit : Kompas, Jakarta
Peresensi : Liza Wahyuninto
http://celaledinwahyu.blogspot.com/ Continue reading “Mencari Bening Mata Air Bersama Gus Mus”
Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar
Liza Wahyuninto*)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/
Bukan kali yang pertama mempolemikkan sastra surat kabar atau lebih akrab dengan sebutan sastra koran yang kehadirannya telah menjadi genre sastra tersendiri. Sastra surat kabar setidaknya telah diakui sebagai sastra baru dengan segala keunikannya dan penulisnyapun dibaiat mendapat predikat sastrawan oleh pembacanya. Tapi tulisan ini tentu tidak menarik jika hanya mendebat para sastrawan surat kabar saja tanpa menguraikan karya yang dihasilkannya. Continue reading “Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar”
Bung Tomo: Putra Bangsa Yang Terlupakan
Judul : Menembus Kabut Gelap (Bung Tomo Menggugat)
Penulis : Sutomo (Bung Tomo)
Penerbit : Transmedia Pustaka Jakarta
Pengantar : Arbi Sanit
Cetakan : I, Januari 2008
Tebal : xi + 247 halaman
Peresensi : Liza Wahyuninto * Continue reading “Bung Tomo: Putra Bangsa Yang Terlupakan”
Menampik Rasa Jengah Terhadap Bangsa
Judul Buku : Kagum Pada Orang Indonesia
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Penerbit : Progress? Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Januari 2008
Tebal : 56 Halaman
Peresensi : Liza Wahyuninto
http://media-sastra-nusantara.blogspot.com/ Continue reading “Menampik Rasa Jengah Terhadap Bangsa”
Permintaan Terakhir
Liza Wahyuninto
“Aku masih seperti yang dulu Nin! Masih senang mendengar adzan untuk kemudian aku mendoakan keberhasilanku di esok hari. Aku memang belum merasakan doa itu mempengaruhi pekerjaanku, tapi aku yakin doa setelah adzan itu memang terkabul. Mungkin saja Tuhan belum mendengar doaku, mungkin pula Malaikat rahmat salah alamat dalam mengirimkan rizki, atau aku yang berdoa tidak terlalu khusyu’. Continue reading “Permintaan Terakhir”
