Pertemuan Pengarang Membangun Kekuatan Sastra di Indonesia

Lusiana Indriasari
Kompas.com, 25 Nov 2012

Kesusateraan Indonesia belum memiliki kekuatan menghadapi berbagai tekanan sosial di sekitarnya. Sejarah membuktikan kesusasteraan dan para pengarangnya menjadi korban kesewenangan.
Di masa lalu pengarang ditindas oleh penguasa, baik politik maupun militer. Di masa sekarang, kesusasteraan berhadapan dengan kekuatan pasar dan organisasi fundamentalis. Continue reading “Pertemuan Pengarang Membangun Kekuatan Sastra di Indonesia”

“Bung Karno! Kau dan Aku Satu Zat…”

Lusiana Indriasari, Luki Aulia, Putu Fajar Arcana, Frans Sartono
Kompas, 27 Maret 2011

Ayo! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin djandji
Aku sudah tjukup lama dengar bitjaramu
dipanggang atas apimu, digarami oleh lautmu
Dari mulai tgl 17 Agustus 1945
Aku melangkah kedepan berada rapat disisimu
Aku sekarang api, aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat, satu urat
Di zatmu, di zatku, kapal2 kita berlajar
Di uratmu, di uratku, kapal2 kita bertolak & berlabuh Continue reading ““Bung Karno! Kau dan Aku Satu Zat…””

Mengungkap Sisi Gelap Karl May

Lusiana Indriasari
Kompas, 2 Januari 2011

”ORANG kulit putih datang dengan senyum manis di wajah, tetapi menyelipkan pisau tajam di pinggang serta senjata api yang siap ditembakkan. Mereka menjanjikan cinta kasih dan perdamaian, tetapi menebar kebencian dan pertumpahan darah”.

Itulah penggalan kalimat yang selalu ditulis Karl May dalam buku-bukunya yang berkisah tentang dunia Barat. Salah satu karya besarnya, antara lain, adalah buku Winnetou yang menceritakan petualangan dan persahabatan kepala suku Indian Apache Winnetou dan orang berkulit putih Old Shatterhand. Continue reading “Mengungkap Sisi Gelap Karl May”