JASSIN ATAS JASSIN

Fauzi Sukri *
100tahunhbjassin.wordpress.com

/1/
“Nah, Saudara pembaca. Jassin sudah digantung,” kata Jassin dalam akhir esai surat yang sangat pajang kepada M. Balfas, bertanggal 31 Desember 1952. Ini adalah pernyataan otokritik paling keras yang pernah ditulis oleh kritikus sastra Indonesia. Tak pernah ada, bahkan sampai sekarang. Continue reading “JASSIN ATAS JASSIN”

KRITIKUS PERANGKAI BUNGA

M. Fauzi Sukri *
100tahunhbjassin.wordpress.com

Pada zaman Belanda dan awal Indonesia, kritikus sastra itu adalah seorang perangkai bunga. Pada masa itu, ada istilah penting dalam khazanah sastra Indonesia: bunga rampai. Dalam Kamus Moderen Bahasa Indonesia, Sutan Mohammad Zain (1952: 615) menjelaskan bunga rampai sebagai “kitab batjaan jang berisi sari ber-djenis2 karangan, petikan dari kitab jang lain-lain”. Continue reading “KRITIKUS PERANGKAI BUNGA”

IMAJINASI AGAMA DAN MASYARAKAT SASTRAWI

Fauzi Sukri
100tahunhbjassin.wordpress.com

/1/
Pada sesuatu hari yang biasa namun juga luar biasa, sekitar Agustus 1968, terjadilah sejenis musyawarah di antara para pensiunan-nabi di Sorgaloka. Dari musyawarah itu, akhirnya mereka memutuskan membuat petisi (hanya permohonan dan bukan menuntut) kepada Tuhan agar mereka diberi cuti bergilir sebagai pensiunan-nabi dan turun turba ke bumi kembali yang pada tahun-tahun itu semakin ramai dan gaduh terkhusus di Jakarta—ingat geger 1965 yang belum selesai atau malah baru dimulai dan merembet di berbagai daerah. Continue reading “IMAJINASI AGAMA DAN MASYARAKAT SASTRAWI”

Paradigma Kearifan Lokal

M. Fauzi Sukri *
solopos.com

Memang ada perbedaan antara aktualisasi dan, katakanlah, “saintifikasi” dalam diskursus kearifan lokal yang mengemuka beberapa tahun ini. Yang pertama berangkat dari asumsi bahwa sesuatu yang sudah ada akan dikemukakan (kembali) pada publik, katakanlah, sekadar biar tahu atau lebih dipahami. Sedangkan yang kedua, berangkat dari keingintahuan akademis yang mendalam untuk dibuat generalisasi yang bersifat teoritis dan filosofis terhadap yang sudah ada. Continue reading “Paradigma Kearifan Lokal”

Mala Zaman Uang

Mohamad Fauzi Sukri *
lampungpost.com

Kita terjebak dalam zaman uang. Sebuah zaman di mana segala-galanya dari, demi, dan untuk uang. Dua sisi mata uang mengimpit kehidupan kita tanpa bisa mengelak: Kemakmuran dan kemungkaran termanifestasi dalam watak uang.

Dari para ekonom kita mengetahui arti penting uang dalam kehidupan kita. Saat Adam Smith mengeluarkan bukunya yang masyhur The Wealth of Nation, 1776 atau 235 tahun yang lalu, dia mengusulkan penggantian uang logam dari perak atau emas jadi uang kertas untuk memperlancar jalannya perekonomian. Continue reading “Mala Zaman Uang”