SASTRA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA

Maman S. Mahayana *

Ketika Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, menegaskan pernyataan sikap para pemuda Indonesia: “bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia, saat itulah identitas etnis diwakili Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Continue reading “SASTRA INDONESIA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA”

CERPEN DALAM KONSTELASI SASTRA INDONESIA MUTAKHIR

Maman S. Mahayana *

Di awal abad ke-21 ini, cerpen Indonesia makin menunjukkan signifikansinya.Ia hadir tidak hanya lantaran derasnya penerbitan buku antologi cerpen, tetapi juga lebih disebabkan oleh kuatnya kecenderungan untuk terbebas dari mainstream. Kondisi itu tentu saja bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang melatarbelakanginya. Continue reading “CERPEN DALAM KONSTELASI SASTRA INDONESIA MUTAKHIR”

KEBERPIHAKAN DAN NETRALITAS

Peluncuran dan Diskusi Buku Antologi Cerpen Hingga Batu Bicara Jakarta, Perpustakaan Nasional, 8 Desember 1999

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra pada hakikatnya merupakan refleksi pengalaman. Pengejawantahannya sa-ngat mungkin berdasarkan pengalaman lahiriah (sensation) atau pengalaman batiniah (re-flexion). Dalam bahasa yang lebih umum, pengalaman itu mungkin saja berdasarkan peng-alaman objektif semata-mata atau mungkin juga terpaksa harus diperkaya dengan pengalam-an imajinatif dan pengalaman intelektual. Continue reading “KEBERPIHAKAN DAN NETRALITAS”

CERPEN SEBAGAI POTRET SOSIAL ZAMANNYA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra ?di dalamnya tentu saja termasuk juga cerpen? bukanlah sekadar karya fiksional ?menyulap fakta menjadi fiksi?tetapi juga catatan sebuah kesaksian atas satu atau serangkaian peristiwa yang terjadi pada saat dan zaman tertentu. Sebagai sebuah kesaksian, sastra boleh jadi sekadar mencatat segala peristiwa itu tanpa pretensi. Atau, mungkin juga ia mencoba melakukan pemaknaan atas hakikat di balik peristiwa itu. Continue reading “CERPEN SEBAGAI POTRET SOSIAL ZAMANNYA”

TEROR DALAM KEHIDUPAN BERINGAS

Maman S. Mahayana *

Gelombang cerpen Indonesia mutakhir sungguh seperti gerak roda kereta; gemertak-keras-memekakkan, sangat beragam, bising dan kadang kala terlalu nyaring. Selepas Seno Gumira Ajidarma, Taufik Ikram Jamil, Gus tf Sakai, Joni Ariadinata, Agus Noor, Hudan Hidayat, Herlino Soleman, dan sederet panjang nama-nama yang acapkali menggelisahkan kita di hari Minggu, kini Teguh Winarsho AS coba meluncurkan antologi cerpennya. Continue reading “TEROR DALAM KEHIDUPAN BERINGAS”

Bahasa ยป