JEJAK ALAM DALAM PROSA INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Adakah jejak alam dalam prosa Indonesia mutakhir? Jika frase jejak alam itu dimaksudkan sebagai latar cerita, tentu saja cukup berlimpah novel Indonesia yang coba mengangkat perkara itu. Tetapi, jika jejak alam itu dimaksudkan sebagai problem manusia dalam berhadapan dengan alam, maka itulah yang terjadi dalam novel Indonesia modern. Novel Indonesia jadinya semacam potret pandangan dan sikap sastrawan Indonesia yang berbeda pandangan dan sikap sastrawan Eropa atau Amerika. Continue reading “JEJAK ALAM DALAM PROSA INDONESIA”

MEMBACA PANORAMA CERPEN KOREA

Maman S. Mahayana *

Apa yang dikatakan Alexandre Sergevich Pushkin (1799-1837), tokoh pembaharu kesusastraan Rusia, tentang seorang penerjemah? “Penerjemah itu laksana kuda beban. Ia membawa harta kebudayaan sebuah bangsa dari satu negeri ke negeri lain.” Begitulah, berkat peran yang dimainkan seorang penerjemah, bangsa yang berada di negeri lain itu, serta-merta dapat menikmati harta kebudayaan bangsa lain. Continue reading “MEMBACA PANORAMA CERPEN KOREA”

PENYUNTINGAN: SENI PERMAINAN BAHASA DAN LOGIKA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Teknik penyuntingan sesungguhnya laksana sebuah seni permainan bahasa. Ia mengolah dan mengutak-atik satuan bahasa dari soal tanda baca hingga wacana; dari soal ?keranjang sampah? sampai ?logika benang merah?. Dalam hal ini, pekerjaan penyunting mencakup, antara lain, perbaikan ejaan dan tanda baca, pelurusan kalimat dan logika, dan pengolahan alinea; Continue reading “PENYUNTINGAN: SENI PERMAINAN BAHASA DAN LOGIKA”

MASALAH DALAM PRAKTIK STUDI SASTRA BANDINGAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) yang anggotanya meliputi sastrawan dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, beberapa waktu yang lalu menyelenggarakan empat kali ceramah sastra bandingan di Pusat Bahasa, Jakarta. Para penceramahnya berasal dari negara-negara anggota. Mereka boleh dibilang merupakan pakar di bidang itu, seperti Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (Indonesia), Prof. Saleh Jaffar (Malaysia), Dr. Luisa J. Malary-Hall (Filipina), dan Dr. Ampuan Haji Brahim bin Ampuan Haji Tengah (Brunei Darusalam). Continue reading “MASALAH DALAM PRAKTIK STUDI SASTRA BANDINGAN”

GERAK PERJALANAN ESTETIK CERPEN INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Cerita pendek Indonesia dalam satu dasawarsa ini, agaknya makin mengukuhkan jati dirinya. Ia tak hanya muncul seperti gelombang yang secara kuantitatif melampaui penerbitan novel dan drama, tetapi juga seperti menempatkan dalam mainstream-nya sendiri. Maka, tidak dapat lain, pembicaraan mengenai cerpen Indonesia, mesti dilekatkan pada dirinya an sich dan bukan sebagai tempelan atau sekadar pelengkap. Kini cerpen Indonesia menunjukkan jalan hidupnya yang lebih mandiri. Kajian kritis terhadapnya dan pembicaraan cerpen dalam institusi (pendidikan) sastra, oleh karena itu, mesti berada dalam kotak tersendiri. Continue reading “GERAK PERJALANAN ESTETIK CERPEN INDONESIA”

Bahasa ยป