MENGENAL GURINDAM

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Gurindam secara umum, semula dipahami sebagai dua baris perkataan yang menjadi peribahasa atau pepatah. Mengingat pesan yang dikandungnya berisi nasihat atau peringatan, maka dalam masyara?kat Melayu, gurindam sering dianggap sejenis dengan kata mutiara. Ia ditulis di halaman buku atau ditempel di dinding sebagai penghias. Kadang kala diucapkan oleh para tetua desa pada acara-acara tertentu sebagai nasihat atau peringatan. Mereka menganggap bahwa nasihat seperti itu sebagai sesuatu yang patut disampaikan dan diresapi pendengarnya. Perhatikan contoh gurindam berikut ini: Continue reading “MENGENAL GURINDAM”

TENTANG PANTUN

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Dari manakah kita memulai jika hendak mengungkapkan kebudayaan Melayu sebagai salah satu simpul ingatan keserumpunan? Produk kebudayaan Melayu yang manakah yang segera muncul dalam ingatan ketika kita membicarakan kebudayaan Melayu? Sejarah Melayu yang mengungkapkan silsilah raja-raja Melayu, Gurindam Dua Belas?Raja Ali Haji yang penuh nasihat luhur tentang kehidupan, Serampang Dua Belas dengan gerak gemulai yang meliuk dinamis, atau pantun yang unik, sederhana, dan penuh misteri? Continue reading “TENTANG PANTUN”

PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN

Maman S. Mahayana *

“Kebangkitan Novelis Pria” demikian judul berita Harian Republika yang mewartakan pengumuman Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2006 (18 Maret 2007, hlm. B10). Rupanya, judul berita itu hendak menegaskan kembali pernyataan Ketua DKJ, Marco Kusumawijaya, “Kenyataan ini sekaligus menepis anggapan masa depan sastra Indonesia berada di bawah dominasi penulis perempuan.” Sebelumnya, harian Seputar Indonesia (11 Maret 2007, hlm. 13), menulis judul “Jeda Dominasi Sastra Hawa” yang pemberitaannya tidak jauh berbeda. Continue reading “PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN”

KASUS POLITIK DALAM SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA

Maman S. Mahayana *
Surabaya Post, 24 Okt 1993

Pembicaraan mengenai sejarah kesusastraan Indonesia modern sebenarnya bukanlah sekadar berisi pemaparan mengenai sejumlah karya pengarang Indonesia berikut ulasan dan biodata pengarangnya, melainkan juga menyangkut berbagai hal yang melatarbelakanginya. Proses penciptaan, latar sosio-budaya, situasi sosial yang terjadi pada zamannya, peranan penerbit, reaksi masyarakat, dan hubungannya dengan politik pemerintah, merupakan masalah yang mestinya diungkapkan atau disinggung dalam pembicaraan sejarah kesusastraan. Continue reading “KASUS POLITIK DALAM SEJARAH KESUSASTRAAN INDONESIA”

LOKALITAS DALAM SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Lokalitas (locality) sebagai konsep umum berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas atau dibatasi oleh wilayah lain. Lokalitas mengasumsikan adanya sejumlah garis pembatas yang bersifat permanen, tegas, dan mutlak yang mengelilingi satu wilayah atau ruang tertentu. Dalam konsep politik, terutama yang berkaitan dengan kekuasaan dan penguasaan wilayah, lokalitas dengan sejumlah garis pembatas yang dimilikinya itu diandaikan pula seperti berhadapan dengan kepungan garis pembatas lain sebagai simbol atau representasi kekuasaan lain dalam posisi yang bisa bersifat arbitrer atau bisa juga dalam posisi yang saling mengancam. Continue reading “LOKALITAS DALAM SASTRA INDONESIA”

Bahasa ยป