CATATAN YANG TERPENDAM

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Gerakan mahasiswa yang kemudian bergelombang menjadi badai besar reformasi, makin menegaskan kita, betapa gejolak kaum muda dan idealisme mahasiswa kerap menjadi motor penggerak yang dapat melibas dan menumbangkan kekuasaan manusia sekuat?kokoh apa pun. Moncong senjata, intimidasi, tekanan, dan serangkaian teror menjadi tidak berarti sama sekali bagi perjuangan anak-anak muda itu. Continue reading “CATATAN YANG TERPENDAM”

TEATER PAGUPON BERJAYA DI MALAYSIA

Maman S. Mahayana

Festival Seni Teater Melayu ASEAN (Festema) 2004 berlangsung 14-19 Juli 2004 di Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Selangor, Malaysia. Timbalan Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia, Datuk Wong Kam Hoong yang mewakili YB Datuk Seri Utama, Dr. Rais Yatim, meresmikan acara yang diikuti enam grup teater, yaitu dari Malaysia (Kelab Teater Rimba, Universiti Kebangsaan Malaysia), dua dari Indonesia (Teater Pagupon Universitas Indonesia dan Sanggar Teater Selembayung, Universitas Lancang Kuning, Riau), Continue reading “TEATER PAGUPON BERJAYA DI MALAYSIA”

NOVEL POPULER DAN NOVEL SERIUS

Maman S. Mahayana *

Pertanyaan yang banyak muncul di kalangan guru sastra yang menyangkut novel populer adalah: kriteria apa yang menjadi ciri pembeda antara novel serius dan novel populer; bagaimana menangkap dan menentukan perbedaan-perbedaan kedua jenis novel itu Pertanyaan berikutnya menyangkut keraguan: apakah para siswa dibolehkan juga membaca novel-novel populer atau hanya novel serius saja? Pertanyaan terakhir berhu-bungan dengan kemungkinan bacaan itu berdampak negatif: apakah novel populer dapat mendatangkan pengaruh buruk bagi siswa atau tidak? Continue reading “NOVEL POPULER DAN NOVEL SERIUS”

MEMAHAMI KULTUR ETNIK MELALUI KARYA SASTRA

Maman S. Mahayana *

Jika diyakini sastra sebagai ruh kebudayaan, maka sastra sesungguhnya dapat digunakan sebagai salah satu pintu masuk memahami kebudayaan sebuah bangsa. Bagaimanapun juga, sastra merupakan representasi kegelisahan sastrawan. Ia lahir dari proses yang rumit pengamatan, pencermatan, pengendapan, dan pemaknaan sastrawan atas kehidupan ini. Lebih khusus lagi, atas fenomena tindak berkebudayaan sebuah komunitas sosial. Continue reading “MEMAHAMI KULTUR ETNIK MELALUI KARYA SASTRA”

PENGELANAAN SITOR SITUMORANG

Maman S. Mahayana *

Sitor Situmorang tercatat sebagai salah seorang dari empat tokoh sastrawan Angkatan 45 yang masih hidup. Mereka adalah Mochtar Lubis (lahir 7 Maret 1922), Sitor Situmorang (lahir 2 Oktober 1924), Pramoedya Ananta Toer (lahir 6 Februari 1925), dan Asrul Sani (lahir 10 Juni 1926). Entah mengapa, di antara keempat tokoh itu, penyebutan tarikh kelahiran Sitor kadangkala ditulis salah. A. Teeuw dan J.U. Nasution, misalnya, menyebut tahun 1923. Continue reading “PENGELANAAN SITOR SITUMORANG”

Bahasa ยป