SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA

Maman S. Mahayana *

Sastera lahir dari sebuah gagasan, pemikiran, ide. Meski begitu, gagasan, pemikiran, ide pengarang itu, tidak serta-merta tumpah begitu saja sebagaimana adanya. Di sana, ada proses pengendapan, penghayatan, dan evaluasi berdasarkan pengalaman pribadi pengarang. Maka, karya sastera tidak sekadar serpihan sebongkah gagasan, pemikiran atau ide, melainkan wujud sebagai kolaborasi, percampurbauran antara gagasan, pemikiran, dan ide itu dengan segala pengalaman pengarang melalui proses evaluasi dan pemaknaan. Continue reading “SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA”

RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA

Maman S Mahayana *

Pembuka Kata

Perbincangan tentang “Ruh dan Ideologi Puisi Nusantara” ibarat pencarian jalan pulang dalam sebuah rimba-raya yang luas, penuh belukar, dan unik; khas. Perbincangan itu tidak sekadar upaya “menemukan” kembali masa lalu yang belum terang, mungkin agak gelap, dan boleh jadi juga sesat, tetapi punya posisi penting sebagai tindak meretas jalan ke depan yang lebih sesuai dengan jiwa dan karakteristik jati diri pemilik sah negeri ini. Continue reading “RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA”

EKSPERIMENTASI DJENAR MAESA AYU DALAM “SMS”

Maman S. Mahayana *

Djenar Maesa Ayu mencuat namanya bersamaan dengan maraknya isu sastra wangi, sebuah ungkapan bernada miring yang ditujukan pada beberapa artis cantik yang terjun ke dunia sastra. Maka, selepas terbit antologi cerpennya, Mereka Bilang, Saya Monyet! (2003), nada miring itu pun sepertinya melekat begitu saja. Namanya juga isu. Ia masih saja bergentayangan. Bahkan, ketika cerpennya “Waktu Nayla” terpilih sebagai Cerpen Terbaik Kompas 2003, publik sastra masih juga belum begitu yakin atas prestasi Djenar. Keberhasilan sebelumnya yang menempatkan cerpennya “Menyusu Ayah” sebagai Cerpen Terbaik 2002 versi Jurnal Perempuan, seolah-olah tak berarti apa-apa. Continue reading “EKSPERIMENTASI DJENAR MAESA AYU DALAM “SMS””

Univ. Hankuk, Korea Sumbang Dana Untuk Gempa

(Laporan Maman S. Mahayana, dari Seoul, Korea Selatan)

Revdi Iwan Syahputra
padang-today.com

Gempa bumi dengan kekuatan 7,9 SR yang melumatkan Padang dan Padangpariaman, Sumatera Barat, telah menyedot rasa kemanusiaan masyarakat dunia, termasuk juga masyarakat Seoul, Korea Selatan.

Sejumlah mahasiswa Department of Malay-Indonesian, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), sejak 12 Oktober sampai 17 Oktober 2009, melakukan pengumpulan dana untuk korban bencana alam itu. Continue reading “Univ. Hankuk, Korea Sumbang Dana Untuk Gempa”

KORUPTOR DAN KOMIKUS

Maman S. Mahayana *

Adakah hubungannya koruptor dan komikus? Tentu saja, bisa ada, bisa juga tidak. Yang jelas, keduanya profesional. Koruptor, profesional menilep kekayaan yang bukan haknya, komikus juga profesional dalam bidang membuat cerita-cerita bergambar. Yang mempersamakan keduanya adalah kecerdasan. Maka, koruptor kelas kakap, dengan kecerdasannya, akan nyaman berkeliaran dan bebas dari jeratan hukum. Bagi komikus, kecerdasan itu perlu dikembangkan kreativitas. Dengan kecerdasan dan kreativitasnya, komik-komiknya akan tetap dikenang dan jadi bahan bacaan yang menyenangkan. Continue reading “KORUPTOR DAN KOMIKUS”

Bahasa »