Posted by PuJa on November 17, 2010
Marhalim Zaini http://suaramerdeka.com/ (Percakapan-Percakapan yang Tak Selesai) GELAP bangkit seperti kelelawar raksasa yang merentangkan sayap di atas kampung ini. Agaknya, malam di mana-mana, selalu menanggungkan kecemasan yang tak mudah diuraikan. Terasa berat, memekat, misterius, itulah hitam. Kalaupun ada gangguan kosmis yang secara tak disangka-sangka bersilang sengkarut di depan mata telanjang kita, apalagi di belakang punggung [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on September 29, 2010
Marhalim Zaini http://www.riaupos.com/ Ada sajadah panjang terbentang Dari kaki buaian Sampai ke tepi kuburan hamba Kuburan hamba bila mati Masih ingatkah adik-adik dengan cuplikan di atas? Itu baris-baris lirik dari sebuah lagu yang dipopulerkan oleh kelompok musik legendaris, Bimbo, berjudul “Sajadah Panjang.” Tahukah adik-adik, bahwa lirik lagu itu adalah bait pertama (dari 4 bait) puisi [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on September 18, 2010
Marhalim Zaini http://www.riaupos.com/ KATA “miskin” dalam dunia seni teater (di Indonesia), bukanlah sesuatu yang baru, sebagaimana juga kata “miskin” untuk Indonesia sebagai sebuah bangsa. Ia seolah bersebati, tak hendak pergi. Seolah telah menjadi sebuah identitas. Meski telah sejak lama pula ihwal kemiskinan dalam teater ini dirisaukan, dibincangkan, dicari cara pengentasannya, tetap saja, hingga kini pada [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Marhalim Zaini http://www.riaupos.com/ Eksposisi tubuh manusia sebagai refleksi filosofis dari ruang-ruang pergulatan estetis, terkhusus dalam dunia seni teater, telah mencuat demikian mencolok pada beberapa dekade akhir abad ke-20. Sebagaimana yang terjadi dalam lingkungan visual keseharian kita, di mana tubuh hadir dalam citraan-citraannya yang kompleks —baik dalam posisinya sebagai kebutuhan primer maupun dalam kerangka konsepsi filosofis— [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 28, 2009
(Apresiasi Atas Buku Leksikon Sastra Riau) Marhalim Zaini http://www.riaupos.com/ Betapa pun pakar semiotika Roland Barthes (1915-1980) menggemaungkan, “the death of the author,” saya yakin, kita masih sangat percaya bahwa sosok sastrawan (pengarang) tak dapat dengan mudah “terpisah” dengan karyanya. Dan tentu, kita juga tahu bahwa Roland Barthes memang tidak sedang hendak “memisahkan” keduanya, meski dia [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on March 29, 2009
Marhalim Zaini* http://www.riaupos.com/ Dari berbagai pengalaman bacaan saya yang serupa itu, maka kini saya sedang berhadapan dengan novel Nubuat karya Gde Agung Lontar. Novel yang mengisahkan tentang perjalanan/petualangan seorang tokoh lelaki muda bernama Awang, dari kampung halamannya (yang oleh pengarang cukup dinamai dengan Parit 0 (?) sampai Parit 40, menuju ke tempat-tempat yang kelak membawa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 26, 2009
(Catatan dari Hari Puisi Nasional ke-17 di Melaka) Marhalim Zaini http://esai-marhalimzaini.blogspot.com/ “Memanglah benar bahawa penyair Melayu tidak harus melompat begitu saja ke pentas teknik puisi dunia, tapi, dalam waktu yang sama, penyair kita tidak juga boleh membiarkan diri tertinggal naif dalam acuan genggaman atau sinar kegemilangan lama.”
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 8, 2009
(Catatan dari Pementasan Teater Selembayung) Marhalim Zaini http://www.riaupos.com/ ”….sebuah mawar akan tetap sebuah mawar juga, delapan puluh tahun yang akan datang.” (Yukio Mishima) Dua titik cahaya api yang menyulut ujung dua batang rokok itulah yang memulai sebuah peristiwa teater di malam itu.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on February 6, 2009
Suara Merdeka, 6 Maret 2005, Riau Pos, 19 November 2006 Marhalim Zaini Kampung-kampung di sini tak pernah memiliki cerita yang lain. Kerentaan dan kehampaan, selain itu waktu yang berjalan sangat lambat. Kepulanganku, seperti juga kepulanganku yang lain, hanya kembali menyaksikan jalan berlubang, berdebu ketika kemarau, banjir dan bencah saat hujan. Ini Desember, hujan membuat tubuh [...]
Filed under: Cerpen