Hamsad, dari Lorong Pasar di Kisaran

Maruli Tobing
Kompas, 21 Okt 2007

Kemiskinan adalah bencana. Ia bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi meniadakan harapan dan cita-cita manusia. Maka, amarah dan dendam kerap muncul ketika orang berjalan terbongkok-bongkok dan ringsek memikul beban kemiskinan.

Cerpenis Hamsad Rangkuti (64) merasakan bencana itu sebagai hal nyata saat ayahnya, Muhammad Saleh Rangkuty, mengatakan tidak punya uang untuk membeli buku. Hamsad yang baru duduk di bangku kelas I SMA di Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada awal 1960, akhirnya harus berhenti sekolah. Continue reading “Hamsad, dari Lorong Pasar di Kisaran”