Tag Archives: Mega Vristian

Sajak-Sajak Mega Vristian

http://regional.kompas.com/
Namaku Leung Lai ching

Namaku Leung lai ching
aku lahir di Hung Hom, Hong Kong
orang tuaku penjual bunga-bunga kematian
rumahku dekat pembakaran mayat tapi harum
sejak kecil aku diajarkan makan dengan sumpit
bangun tidur setelah cuci muka dan sikat gigi
kubakar dupa untuk mengingat nenek moyang

Sajak-Sajak Mega Vristian

http://oase.kompas.com/
DOA YANG MENCINTA
: Joe Budi Sambodo

Allah, hapuskan ragu di hatiku hapuskan rasa takut di hatiku setelah Kau terbitkan matahari cintaku tuntunlah selalu hatiku tuk berani menyemaikan rindu setitik cahaya bahagia dari perjalanan panjang kehidupan yang penuh luka-luka

Parade Puisi dari Hong Kong

Puisi-Puisi Menyambut Hari Buruh
http://nasional.kompas.com/

Pekerja Migran Indonesia
Mega Vristian

akulah pekerja migran Indonesia
ya kamilah mereka
yang sekarang kau lecehkan
yang kau pandang dengan penghinaan
karena meleceh dan memicingkan mata

Puisi-Puisi Mega Vristian

http://oase.kompas.com/
Seusai Badai Berpeluk Puisi

Nak, semalam angin berputar kencang,
pepohonan tumbang ribuan kelopak bunga berguguran
Kupu-kupu dan burung entah digiring angin kemana
papan-papan iklan kaum kapitalis runtuh
Jatuh tepat di kepala PJTKI yang sedang jadi turis.
Promosi jajaran photo perempuan Indonesia pencari kerja
depan kantor agen Hong Kong digoyang angin kekanan kekiri
terbaca jelas walau tak tertulis,

BURUH MIGRAN INDONESIA DAN SASTRA MENYIMPAN BANYAK PERTANYAAN

Mega Vristian
http://komunitassastra.wordpress.com/

Sastra BMI?

Jujur saya memang tidak bisa berhenti menulis, karena adanya semangat yang tidak pernah pudar. Terlebih lagi adanya faktor keberuntungan. Beruntung karena selama bekerja di Hong Kong menjadi BMI alias babu walau berganti-ganti majikan, menggunakan komputer tidak pernah dilarang. Tentu saja harus tahu aturannya.