Representasi Kaum Pinggiran dan Kapitalisme *

Melani Budianta
Jurnal Kalam, edisi 14, 1991

Dari berbagai literatur yang muncul, kita-setidaknya- bisa menemukan jejak-jejak historis Indonesia yang muncul dari cangkang modernisme. Kita bisa melihatnya dalam dokumentasi pencitraan Indonesia dalam foto, film, sastra dan media (misal lihat tulisan Kasijanto : 2008). Konsep modernisme ini diwakili oleh “Barat”, meskipun hal ini diakui “setengah-setengah” oleh para pendiri bangsa ini. Hal ini semakin kompleks tatkala masyarakat kita khususnya kalangan “bawah” tak mampu menolak sekaligus “kalang kabut” dengan modernisasi yang datang. Continue reading “Representasi Kaum Pinggiran dan Kapitalisme *”

Estetika Kekerasan dalam Pandora

Melani Budianta *
majalah.tempointeraktif.com

Penyair Oka Rusmini memperlakukan tubuh bagai menu santapan. Puisi yang menohok kemunafikan.

Pandora, dalam versi yang umum diketahui, adalah perempuan yang diciptakan para dewa dan dikirim ke bumi dengan kecantikan, kepandaian, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kepadanya diberikan pula sebuah peti yang tak boleh dibuka, dan pada akhirnya—tak bisa tidak—dibukanya. Continue reading “Estetika Kekerasan dalam Pandora”

Dari Suatu Pergulatan Fakta-Fiksi

Melani Budianta *
majalah.tempointeraktif.com

Untuk Ignas Kleden, membedah sastra sama saja dengan upaya menyeimbangkan daya tarik dua kutub referensinya: ilmu pengetahuan dan seni sastra.

Judul Buku: Sastra Indonesia dalam Enam Pertanyaan: Esai-esai Sastra dan Budaya
Penulis: Ignas Kleden
Penerbit: Pustaka Utama Grafiti dan Freedom Institute, Jakarta
Tahun Terbitan: Juni 2004
Tebal: xii + 500 Halaman Continue reading “Dari Suatu Pergulatan Fakta-Fiksi”