MENGENANG BANG MOCHTAR LUBIS (1922–2004) MENERBITKAN MAJALAH SASTRA HORISON

Taufiq Ismail
tabloidsastra.wordpress.com

Sudah 10 tahun lebih Bang Mochtar wafat. Demikian banyak kenangan selama 38 tahun beliau memimpinHorison, majalah sastra yang alhamdulillah masih bertahan hidup 49 tahun sampai 2015 ini. Yang paling berkesan adalah ketika di awal 1966 Soe Hok Djin, Ras Siregar dan saya datang ke rumah tahanan di Jakarta Kota. (Belakangan Soe Hok Djin ganti nama menjadi Arief Budiman). Ke rumah itu dipindahkan dari tahanan rezim Orde Lama di Madiun, rekan-rekan sejawat Bang Mochtar, yaitu para tokoh-tokoh pimpinan negara dan politik Pak Moh. Natsir, Moh. Rum, Anak Agung Gde Agung, Subadio Sastrosatomo, Yunan Nasution, Isa Anshary dan beberapa lagi. Continue reading “MENGENANG BANG MOCHTAR LUBIS (1922–2004) MENERBITKAN MAJALAH SASTRA HORISON”

PRESIDEN DAN SASTRA(WAN), DENGAN PRAM DI ANTARANYA

Hairus Salim
gusdurian.net

Apa pentingnya sastra(wan) bagi seorang presiden? Saya ingin menyegarkan kembali kenangan, bahwa dalam periodenya yang singkat sebagai presiden, Gus Dur sempat ‘mengunjungi’ tiga orang sastrawan terkemuka Indonesia. Sekali lagi ‘mengunjungi’ dan menemui ketiga sastrawan itu di rumah atau kediaman mereka. Gus Dur tentu bisa saja mengundang mereka ke istana negara dan mungkin mereka bersedia. Tapi ia lebih memilih untuk repot dengan mendatangi mereka secara langsung. Ketiga sastrawan yang ia sambangi itu adalah A. A. Navis, Mochtar Lubis dan Pramoedya Ananta Toer. Continue reading “PRESIDEN DAN SASTRA(WAN), DENGAN PRAM DI ANTARANYA”

Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi

ditulis ulang: Leila S. Chudori
http://tempointeraktif.com/

Dalam usia 70 tahun pekan lalu, wartawan sejak sebelum perang ini mengenang banyak hal. Dari “zaman keemasan pers Indonesia”, hubungannya dengan Bung Karno, sampai bagaimana menjaga semangat dalam sel penjara.

Dialah wartawan Indonesia yang banyak memperoleh penghargaan internasional. Antara lain Hadiah Ramon Magsaysay dari Filipina, dan Pena Emas dari Federasi Pemimpin Redaksi Sedunia. Sastrawan yang juga banyak meraih hadiah ini, yang mendirikan majalah sastra Horison, dan salah seorang anggota Akademi Jakarta ini bertutur tentang semua itu kepada Leila S. Chudori. Continue reading “Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi”

Masa Depan “Manusia Indonesia”-nya Mochtar Lubis

100 Tahun Kebangkitan Nasional
St Sularto
http://cetak.kompas.com/

Seabad kebangkitan nasional ditandai gejala keterpurukan bangsa dan negara Indonesia. Indonesia tidak sendirian. Negara-negara tetangga juga demikian. Krisis pangan tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dunia.

Kondisi krisis global yang berpengaruh besar untuk Indonesia tidak bisa dijadikan kambing hitam. Globalisasi dan neoliberalisme juga tidak. Kondisi sakit akut parah disebabkan antara lain oleh demokratisasi pascareformasi yang telanjur diartikan serba boleh dan saling berebut menang. Continue reading “Masa Depan “Manusia Indonesia”-nya Mochtar Lubis”