Nirwan Ahmad Arsuka *
__Kompas Cyber Media
SETENGAH abad yang silam Soedjatmoko, cendekiawan yang pernah disebut sebagai Dekan Intelektual Bebas Indonesia, mengumumkan adanya “suatu krisis dalam kesusastraan kita”. Di dalam tulisan yang merupakan “Pengantar” untuk edisi perdana majalah Konfrontasi, Juli-Agustus 1954, Soedjatmoko mengakui bahwa “banyak ciptaan yang memang berjasa serta adanya kelancaran dalam bahasa yang dipakai. Akan tetapi, ciptaan-ciptaan kesusastraan yang lebih besar masih saja ditunggu kehadirannya.” Continue reading “Nalar Indra dan Nalar Dunia: Krisis Penciptaan Sastra”
