MEMBUKA RAGA PADMI, I: I – XCIII

Membuka Raga Padmi

(Interpretasi puisi Nurel Javissyarqi yang bertitel
“Membuka Raga Padmi” dalam “Kitab Para Malaikat”)
Karya Lukisan: Andry Deblenk
Tahun: 2013, Ukuran: A4
Media: Crayon on Paper

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=233

Ketika dunia berupa kabut pekat, siapa berkata?
Manakala embun belum terlahir, siapa menggapai?
Di saat sejarah belum tercatat, siapa berbicara kata?
Wewaktu masih berupa potongan-potongan cahaya,
siapa yang dahulu menempati lautan es cahaya? (I: I). Baca selengkapnya “MEMBUKA RAGA PADMI, I: I – XCIII”

REVOLUSI SUNYI SANG PENYAIR; IQBAL

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/2009/09/quiet-revolution-of-the-poet-muhammad-iqbal/

Ah, betapa gembira mereka yang hendak memuja apiku!
Tapi aku tak menghendaki telinga zaman sekarang
Akulah suara penyair dari dunia masa depan
Karena zamanku tak pernah memahami maksudku
(Iqbal, Rahasia Pribadi).

Di sana, saya melihat betapa malang seorang penyair yang seolah gagal menyuarakan hati nuraninya, dalam kancah usianya mereguk masa melahirkan karya-karya. Baca selengkapnya “REVOLUSI SUNYI SANG PENYAIR; IQBAL”

MUQADDIMAH: WAKTU DI SAYAP MALAIKAT, I – XXXIX

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=235

Allahhumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad;
ruh bersaksi sederaian gerimis mengantarkan rasa atmosfer semesta
terkumpul di dasar laut di kedalaman rongga dada pujangga (I).

Mengatup manggar sayang, mengadu dataran gurun,
gapaian kalbu menyingkap suluran tabir, berdentaman tembang ganjil (II). Baca selengkapnya “MUQADDIMAH: WAKTU DI SAYAP MALAIKAT, I – XXXIX”

MENGADA BERSAMA JOSTEIN GAARDER

Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=72

“Untuk mengada, kita tidak hanya mendapat jatah tempat. Kita juga punya rentang waktu yang sudah ditetapkan.” (Jostein Gaarder).

Pun bagaimana, dunia diciptakan melewati pengadaan, semisal mengawali tulisan yang menggelora. Segala yang terbentang kemudian, ternyata bukan endapan dalam, juga tidak sedari rentetan panjang penalaran. Kadang keseluruan mendadak meloncat dari fikiran-perasaan yang sempat terbangun, yang tidak sanggup mengikuti gerakan peredarannya. Baca selengkapnya “MENGADA BERSAMA JOSTEIN GAARDER”

PARA AMATIR YANG PEMBERANI (I – II)

Untuk Penulis Pemula Juga Diriku Sendiri
Nurel Javissyarqi*

(I)
Yang tampak di hadapan kita, bisa ditulis bercorak bobot termiliki. Realitas angan, kejadian sekitar pun pengandaian tak masuk akal, dapat dirumuskan sesuai nalar perasaan. Analisa pendek pula diberangkatkan, sebelum badai kelupaan, hantu keputusasaan.

Inilah kesederhanaan hidup. Semua boleh menulis, asal tak bertolak hati nurani. Kegunaan nalar kalbu dijalankan. Menulis juga bermakna membaca, mengkaji diri, menyimak gejolak emosi. Setidaknya tak menghantam lewat tangan, tetapi berani menulis kejujuran. Baca selengkapnya “PARA AMATIR YANG PEMBERANI (I – II)”

FILSAFAT PICASSO; STRATEGI REVOLUSI, PROSES KREATIF

Nurel-Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=64

{Pandangan Picasso dari ingatan Christian Zervos (yang ditulis miring), diperolehnya saat-saat percakapan di musim dingin bersama pelukis kubisme tersebut. Lantas dimasukkan ke dalam majalah “Cahiers d’ Art” pada tahun 1935. Dan saya mendapatkannya dari buku yang berjudul The Creative Process, yang disusun oleh Brewster Ghiselin}. Baca selengkapnya “FILSAFAT PICASSO; STRATEGI REVOLUSI, PROSES KREATIF”