Menyimak Musik Rimsky-Korsakoff Melalui Yuja Wang:

Bertemu Amy Lowell, John Keats hingga Andy Warhol

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=395

Nikolai Andreyevich Rimsky-Korsakov, nama panggilan lain Nikolay, Nicolai dan Rimsky-Korsakoff (18 Maret 1844 – 21 Juni 1908) komponis Rusia, salah seorang dari lima komponis “The Five” atau yang dikenal “The Mighty Handful” juga guru musik dalam bidang teknik musik barat harmoni serta orkestra. Ternama dalam minat cerita rakyat pula dongengan; berdasarkan keahlian menggubah orkestranya, yang dikatakan banyak dipengaruhi minatnya. {http://id.wikipedia.org/wiki/Nikolai_Rimsky-Korsakov}

Rimsky-Korsakov, seorang koloris terbesar dalam musik, tukang sulap pada orkes. Ia kenal pathos atau lirisme. Ia tak mengenal jiwa, yang dikenalnya hanya pancaindra. Dengan musik bisa perdengarkan segalanya, memperlihatkan semuanya. Dapat membikin suatu tema tidak berarti menjadi orkestrasi yang sangat menarik. Seniman dari Rusia Utara ini memimpikan kemolekan Timur, keindahan cahaya mentari dan warna selatan. Ia rindu pada negara-negara sebelah Selatan yang secuil dan penuh keindahan itu. “Antar” lebih banyak Arab dari pada Rusia. Daerahnya dongengan. Tak lain yang disukainya menggambarkan suatu iring-iringan manusia, dengan suara orkes yang bagus-bagus: iringan raja dari “Puteri salju”, suatu pawai dari “Ayam jantan emas.” {pendapat J. Van Ackere, di buku Musik Abadi, terjemahan J. A. Dungga, Gunung Agung Djakarta, tahun lenyap, judul buku aslinya Eeuwige Muziek, diterbitkan N.V. Standaard-Boekhandel, Antwerpen, Belgie}
***

Yuja Wang, pianis yang kukenal lewat facebook, tatkala mencari musiknya Ravel.

Perempuan yang sejak kecil bermain piano, telah memainkan ciptaan Mozart sedari belia.

Atas denting jemarinya dipenuhi makna, diriku belajar memahami musik klasik lebih sumringah.

Jauh mendekati sejarah. Di mana para komponis peroleh inspirasi dari belahan dunia sastra.

Lirisme musik Nikolay, selaksa gelas-gelas kristal saling beradu di kemeriahan pesta.

Atau deburan ombak berhantaman di udara, atas laut membiru bersimpan gelora rindu.

Kangen ganjil setingkatan cahaya, tanpa hasrat kemerah.

Seputih kekhusyukan sayap-sayap malaikat membentuk pelangi, oleh tekanan hawa mempurna.

Orkestrasinya halus menusuk, bening berkilau-kemilau dari anugerah pancaindara yang tajam.

Menggubah irama warna memikat pandang, mendentingi telinga, menyusul kerinduannya.

Selalu menemukan instrumen ke belahan lain, melodian akrobatik, bau-bau harum menyebar dari jari-jemari penyair.

Nada-nada percepatan letak renungan, umpama hujaman belati tidak henti menyayat-mengiris.

Sampai pedihnya secabikan kekal, bathin larut ke dalam khasana bermusik.

Yuja Wang tak hendak hembuskan nafas, kecuali menjejaki pohon-pohon ingatan tertinggi.

Mengolah keluar-masuknya peroleh limpahan cahaya, detik-detik tarikan mengikuti skat telah ditentukan berabadi.

Percepatan gesekan sinar menyeruak wewarna, tak istirah pesonakan mata pun telinga.

Padanya jiwa perasa mengakui keuletan menebarkan bunga, kelopak-kelopak lepas mendenting akhir memberkah.

Kusimak kepiawaian Yuja Wang menghantarkan Bumble Bee (Rimsky-Korsakov / Cziffra) lewat You Tube;

selaksa memperhatikan puisi penyair Amerika, Amy Lowell (1874-1925) bertitel AWAN MALAM:

Kuda-kuda betina dari bulan memburu sepanjang angkasa
Memukul dengan tapak-tapak emas pada langit-langit kaca;
Kuda-kuda betina dari bulan semua tegak pada kaki belakangnya
Memukul gerbang porselin hijau dari langit-langit jauh.
Melayanglah, para kuda!
Kerahkan seluruh tenaga!
Deraikan debu bintang membima,
Kalau tidak, mentari -harimau sergap dan binasa kamu
Dengan sekali jilat lidahnya merah.

{dari buku Puisi Dunia, jilid II, susunan M. Taslim Ali, Balai Pustaka, 1953}

Pun yang dilantunkan awal kali penyair Inggris, John Keats (1795-1821):

“Jendela magis yang melihat ke buih
Lautan bersahaya di negeri dongengan sepi”

Rimsky-Korsakov, tepatnya seorang penyair pelukis musik; hasil ciptaan iramanya menelusuri dongeng purba penuh nuanse warna.

Alam pandangan mata diberikan karunia berlimpah, menyadap waktu silam bagi mekaran bunga-bunga kesaksian di setiap jaman.

Atas kejelian teliti, mampu menahan nafas-nafas penyimak, dirinya menebali tapak-tapak berkarya.

Tak ada keterlenaan, semua diatur mengarungi kepak keseriusan suci, cahaya menyeruak mekarkan kembang kemakmuran indrawi.

Kegemilangan wewarna musik Nikolay melampaui seniman lukis, jaman di depannya; pencapaiannya melebihi Andy Warhol (1928-1987).

Inilah gugusan sabda bunyi-bunyian terang memikat, mengangkat perasaan berfikir, melakoni kemenjadian, mengalir, meliuk.

Seakan kerlingan mata penggoda menjatuhkan peramal, suatu ciptaan takdir tak dapat diulang.

Menajamkan kedudukan keniscayaan ada, pada kelahiran serta kematian tepat di jantung Masa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*