MENJENGUK HAZRAT BERTEMU RUMI, SHADRA DAN AL HALLAJ

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=78

?Tuhan kaum mistis adalah realitas?(Hazrat Inayat Khan)
Hidup memang pilihan, kata ayat yang tersirat dalam realitas kehidupan. Namun siapa yang sesungguhnya memilih, siapa pula penentu pilihan tersebut hingga langgeng?

Kehalusan akal kelembutan perasaan merupakan aura senantiasa berubah, sejenis timbangan takdir tak pernah berhenti menghitung gerak cahaya. Karnanya lelingkup kehidupan insan itu misteri yang naik ke puncak maya, menuju pijakan rasa terdalam menyodok niatan. Inilah kehendak berjuta penerimaan-penolakan, halus juga kasar. Continue reading “MENJENGUK HAZRAT BERTEMU RUMI, SHADRA DAN AL HALLAJ”

Membaca Sajak-sajak Halimi Zuhdy

Nurel Javissyarqi *

Bahagialah, insan yang memiliki keyakinan adanya Tuhan. Setidaknya manusia tersebut mempunyai kelebihan, dari pada kehadirannya tanpa kejelasan serupa hukum evolusi yang dangkal.

Iman laksana nyanyian halus, mengantarkan jiwa-jiwa ke dalam keindahan pemahaman. Warna natural yang di dalamnya tiada pengingkaran. Dan selemah-lemahnya penerimaan berdaya rindu kesungguhan. Continue reading “Membaca Sajak-sajak Halimi Zuhdy”

KAJIAN SEBAB ATAS SUBYEK

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/05/the-study-of-the-cause-on-subject/

Bagian II

Dalam menelaah konstruksi budaya, baik identitas-identitas personal maupun kolektif, teori kritis, teori budaya, lebih beralih dari menggunakan kata ?diri? (self) menjadi menggunakan istilah ?Subyek? (subject). Hal ini dikarenakan kata ?diri? secara tradisional memunculkan ide tentang identitas sebagai sebuah kepemilikan pribadi, sebuah gagasan mengenai individu sebagai unit dan otonom. ?Subyek? lebih mendua atau ambigu. Subyek bersifat pasif maupun aktif. (Dani Cavallaro, 2001). Continue reading “KAJIAN SEBAB ATAS SUBYEK”

Bahasa ยป