KARENA TUAN SUKA BUKU KAMI

Oktamandjaya Wiguna
http://www.ruangbaca.com/

Penerbit Malaysia mulai rajin mengimpor buku Indonesia. Indonesia diuntungkan, karena dapat masuk ke pasar internasional. Tapi, pelanggaran hak cipta masih terjadi.

Perempuan berkerudung kuning gading itu mengarahkan seorang pekerja memasang bendera Malaysia di sudut Balai Sidang Senayan Jakarta, pada Rabu, 4 November lalu. Pagi itu adalah hari pertama Indonesia Book Fair ke-29, namun persiapan yang mepet membuat Norhayati Razali belum juga kelar membenahi stand Majlis Buku Kebangsaan Malaysia. Continue reading “KARENA TUAN SUKA BUKU KAMI”

YANG BANGUN DARI TIDUR ABADI

TWILIGHT MENANDAI BANGKITNYA FIKSI TENTANG DRAKULA. LEBIH ENCER DAN MENABRAK PAKEM KISAH SANG PENGISAP DARAH
Oktamandjaya Wiguna
http://www.ruangbaca.com/

Lelaki yang berbaring tak bergerak direrumputan itu tampak kemilau. Sinarmatahari membuat seolah-olahribuan berlian mungil tertanam di bawahpermukaan kulitnya.

Kausnya tersingkap dan memamerkandada bidangnya yang bercahaya, lengannyayang telanjang juga berkilauan. Kelopakmatanya yang keunguan ikut berbinar.Patung yang sempurna, terukir bagaipualam, berkilauan bagai kristal. Continue reading “YANG BANGUN DARI TIDUR ABADI”

Karena Fiksi bukan Kutbah Jumat

Efri Ritonga, Oktamandjaya Wiguna, Angela
http://www.ruangbaca.com/

Fiksi bernapas Islam tumbuh tanpa peningkatan kualitas
Beberapa tahun silam, Aisyah Putri adalah bunga di musim semi. Hampir tidak ada pembaca buku remaja Islam yang tidak mengenalnya. Pintar, ramah, dan baik hati, teladan yang ia berikan meresap di hati pelajar sekolah menengah, yang menjadi pembaca utamanya.

Bak gulungan ombak, seri karya Asma Nadia ini meraup sukses di pasar fiksi Tanah Air. Keberhasilan Aisyah Putri, yang mencuri perhatian remaja hampir tujuh tahun silam, itu antara lain karena penokohan yang sangat lokal dan mengena di hati remaja Indonesia. Continue reading “Karena Fiksi bukan Kutbah Jumat”