Tag Archives: Pringadi AS

Setelah Membaca “Alusi” Pingadi AS

Syaiful Bahri
http://kampung-puisi.blogspot.com/

Catatan pra: sebenarnya saya agak terlambat mendapatkan Alusi. Dulu saya pernah berjanji memesan buku ini pada penulisnya Pringadi AS. Tapi saya ini termasuk orang yang gaptek jadi saya selalu ragu memesan buku lewat jalur transfer.. Saya lebih suka dan sreg membeli buku di toko buku. Uang yang saya tabung di Bank pun tidak pernah saya ambil, karena memang tidak bisa dan selalu gugup masuk ke ATM. Tapi akhirnya saya dapat juga di gramedia royal plaza surabaya.

Bait–Bait Hujan

Pringadi AS
http://oase.kompas.com/

Kamu seperti hujan. Yang datang menghapus bau-bau kematian, di hatiku yang telah gersang oleh kemarau. Padahal kamu pernah menciptakan mendung, di awan awan yang putih, di hamparan langit yang biru. Tapi secepatnya aku lupa. Sebab kamu segera menggantinya dengan hujan. Yang merontokkan segenap kerinduan.

Puisi-Puisi Pringadi AS

Sebuah Jawaban di Stasiun Kereta
: wan anwar

dari Ampera, aku tidak pernah berpikir akan lupa pada seporsi
mpek-mpek yang asam, dan manisnya segelas es campur di keruhnya
wajahmu. tiga puluh menit, Wan, tiga puluh menit saja aku sudah
sampai di kereta membawa sebuah koper yang berisikan wangi
parfummu tetapi aku masih meninggalkan selembar kertas kosong
atas pertanyaanmu dulu. aku duduk di gerbong ke tiga,

Puisi-Puisi Pringadi AS

Dari Dadamu

sebab dari dadamu
keluar kereta yang menyampaikan malam
minggu
aku
duduk di gerbong ketiga dari masinis
yang menatapku dengan sinis
seolah aku akan menjadi semut
yang mengendap
mencuri asap

Seseorang dengan Agenda di Tubuh

Pringadi Abdi Surya
http://suaramerdeka.com/

(1)
BIASANYA, setiap cerita pembunuhan akan dimulai dengan ditemukan mayat korban. Lalu dimulailah penyelidikan oleh seorang inspektur polisi yang meneliti satu per satu misteri sampai ditemukan motif dan bukti-bukti yang mengarah ke siapa pelaku pembunuhan. Tetapi, saya tidak akan bercerita dengan metode kuno seperti itu. Saya akan mulai dengan sebuah pengakuan: sayalah yang telah melakukan pembunuhan dengan memukulkan benda keras ke kepala, berkali-kali (saya akan berhenti kalau sudah merasa puas),