Puisi-Puisi Tita Maria Kanita

Telinga

Suaraku lebih mewah dari lanskap di wajah bersisik.
Maka tutup matamu
karna saat mata terpejam, para telinga terbangun.
Jika mampu manusia merajai indera lainnya, maka
kan kupinta pula kaututup lidah, hidung, serta arimu karna yang kumau
cuma telinga dan kepekaan gendangnya meski kental dan jingga berlilin.
Indera yang teragung bagi para
Muslim, Nasrani, dan Ibrani untuk kubisiki. Continue reading “Puisi-Puisi Tita Maria Kanita”

Puisi-Puisi Seli Desmiarti

Sihir Terakhir

Apa yang kau harapkan ketika mengurai kenangan
Senyum tertahan, kata tersimpan di tenggorokan
tangan kiri membaca mantra, tangan kanan berdoa ke langit juga

Kutaruh di balik saku jaketmu
sesuatu yang tak kau pahami, tentang mula
ikan renang, lompat katak, lari kijang, terbang burung,
juga tanganku yang murung. Letakkan kemudian dalam lemari, kuncilah Continue reading “Puisi-Puisi Seli Desmiarti”

Bahasa ยป