HANTU PEMBUNUH di LIDAP KABUT
nampak begitu ciut pada hantu pembunuh; bernafsu liar
antara getaran hati dan nadi, yang sudah tersulut ranting-ranting jemari
ku paksakan kedua tangan ini untuk membungkam semua gemuruh
bayang-bayang pertempuran luka dalam istana debil panitensi jiwa Continue reading “Puisi-Puisi Agus Sulton”
