Puisi-Puisi Agus Sulton

HANTU PEMBUNUH di LIDAP KABUT

nampak begitu ciut pada hantu pembunuh; bernafsu liar
antara getaran hati dan nadi?yang sudah tersulut ranting-ranting jemari

ku paksakan kedua tangan ini untuk membungkam semua gemuruh
bayang-bayang pertempuran luka dalam istana debil panitensi jiwa

karena, jeritanmu telah merobek sepekik mantra air mata di kerak kubur;
menusuk mimpi, menjadi sabda bagi manusia yang dilidap kabut

Jombang, Agustus 2009

SERAMBI SERAMBI SEL PENDOSA

tubuhku menjulur bagai pohon bersimbah bekas sengatan petir, dan ranting-ranting jemari merangas usang; sekilas mirip paduan saketi, dijelmaan musafir kelambai saat
terik denting-denting sepi

bukan hanya sihir amulet dan
atmosfer melodi tua, tapi serpihan entodrm juga
membaluti seluruh tubuhku?dalam serambi-serambi sel pendosa
hingga aku terdampar diranjang pengap; nampak pucak dan beku

Jombang, Agustus 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*