Panji Selaten
adil raja karena desanya
lalim raja karena desanya
adil desa karena rajanya
lalim desa karena rajanya
karena itu
raja haruslah menurut mufakat
sekaligus tiang mufakat Continue reading “Puisi-Puisi Amien Wangsitalaja”
Panji Selaten
adil raja karena desanya
lalim raja karena desanya
adil desa karena rajanya
lalim desa karena rajanya
karena itu
raja haruslah menurut mufakat
sekaligus tiang mufakat Continue reading “Puisi-Puisi Amien Wangsitalaja”
http://sastrasaya.blogspot.com/
Fajar
Gelapku menunggu matahari terbit
Ketika bulan hendak menjauh
Aku ingin berlari ke masa itu
Dimana cahaya menjadi hidup
Membawa manusia kepada surga
Langit tak sekedar harap
Esok hari mungkin terlihat
Jingga kemudian putih Continue reading “Puisi-Puisi Dwi S. Wibowo”
http://www.korantempo.com/
TUNAWICARA
bila sekadar decak-kecap
tiada lagi sanggup
ditanggung langit-langit lidah
heninglah
genap kilap kilat
dan getar guruh Continue reading “Puisi-Puisi Arya Winanda”
http://www.korantempo.com/
MITOS TANGGA
kepada langit kau bertanya bagaimana caranya pergi ke sana tak ada angin mau membantu menerbangkan dirimu kau terlalu berat seperti serbuk sari yang enggan lepas dari inangnya tak hendak dilayangkan ke padang lain agar di sana tumbuh juga bunga-bunga tak ada awan mau meminjamkan dirinya sebagai sayap-sayap karena kau akan mengawan menumpahkan hujan saja dari hari ke hari kau tetap bertanya bagaimana caranya sampai di tempatmu duhai Langit Yang Maha Biru lalu Dia menyuruh angin berbaris berundak-undak dan awan mengisi setiap rongga di selanya dan kau melangkah menaikinya dengan ragu yang begitu… Continue reading “Puisi-Puisi Bernard Batubara”
Perempuan Berkerudung Airmata
/: Istriku
Adakah kepedihan suatu pilihan?
Tibatiba kau bisikkan sesuatu itu dengan lirih. Dan di bola matamu
ikan yang tadinya bersenda
kini kaku batu. Menatap kearahku
Di dekatmu
perihal yang kau tanyakan itu
bukan mengada aku tetap mengasihimu Continue reading “Puisi-Puisi Imron Tohari”