Insan Berderajat Mulia (I)

Puji Santosa
http://www.facebook.com/pujies.9

Seorang kawan fb @Ratna Widihastuti: bertanya pada saya: ?Wujud manusia yang bagaimana yang punya derajat tinggi menurut pandangan Anda??

Jawaban atas pertanyaan itu adalah kurang lebih sebagai berikut.

Manusia (insan) yang telah mempunyai derajat tinggi (mulia dan luhur) adalah insan yang telah mendekati kasunyatan hidup hingga mencapai pamudaran, yaitu rasa bahagia di dalam batinnya, tenang, tenteram, damai, sejahtera, dan berbudi rahayu, sampai pada keindahan yang tiada tara. Continue reading “Insan Berderajat Mulia (I)”

SASTRA JENDRA

Puji Santosa

Salah satu ilmu rahasia para dewata mengenai kehidupan di dunia adalah Sastra Jendra. Secara lengkap disebut Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwatingdiyu. Sastra Jendra adalah ilmu mengenai raja agung binatara (raja yang besar kekuasaannya layaknya dewata). Hayuningrat artinya kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan dunia. Pangruwating adalah pembebasan atau pelepasan, artinya memuliakan atau mengubah watak dari buruk atau menjadi baik atau elok. Diyu artinya raksasa atau keburukan. Raja disini maknanya bukan harfiah raja, melainkan sifat yang harus dimiliki seorang manusia sehingga mampu menguasai hawa nafsu dan pancaindranya dari kejahatan. Continue reading “SASTRA JENDRA”

TELADAN KEUTAMAAN BAGI WIRA TAMTAMA (bagian II)

Puji Santosa

Tripama adalah salah satu karya sastra Jawa klasik karangan Sri Mangkunegara IV, raja di Pura Mangkunegaran (1809-1881), berbentuk puisi sebanyak tujuh bait. Kata tripama merupakan dua patah yang dirangkai menjadi satu kata, berasal dari kata tri dan pama, tri artinya tiga, dan pama artinya perumpamaan, tamsil, contoh, atau teladan. Berdasarkan perkiraan para ahli sastra, Tripama ditulis oleh Sri Mangkunegara IV seputar tahun 1860-1870. Tiga tokoh pewayangan yang ditampilkan sebagai teladan keutamaan bagi wira tamtama atau prajurit, yaitu Patih Suwanda dari negeri Mahespati, Raden Harya Kumbakarna dari negeri Alengka, dan Adipati Basukarna atau Suryaputra dari negeri Awangga. Continue reading “TELADAN KEUTAMAAN BAGI WIRA TAMTAMA (bagian II)”

Bahasa ยป