Mengikis Si Kepala Batu!

Putu Fajar Arcana
Kompas, 1 Mei 2011

KEPALA batu! Itu ungkapan yang keras. Kalau ditentang akan muncul benturan. Dan benturan selalu berujung pada perpecahan. Bisakah sebuah potret sosial meluncur dari kekerasan batu-batu?

Komposer Memet Chairul Slamet menjadikan bahasa batu sebagai ungkapan berbagai hal tentang kenyataan sosial yang kini melanda hidup kita. Ia bahkan menjalin komposisi musik dalam satu pementasan bertajuk ”Menunggu Batu Bernyanyi”, Selasa (26/4) di Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Continue reading “Mengikis Si Kepala Batu!”

Dari Mitos ke Kehidupan Urban

Putu Fajar Arcana
Kompas, 27 Februari 2011

PERJALANAN dari mitos Sawerigading yang ada dalam teks ”I La Galigo” sampai kebudayaan urban perlu berabad-abad. Transformasi dari memori tubuh ”primitif” suku Papua sampai pada bentuk tari kontemporer juga bisa sangat panjang. Tetapi, semuanya bisa bertemu dalam panggung IDE (Indonesia Dance Expression), Selasa (22/2) di GoetheHaus Jakarta. Continue reading “Dari Mitos ke Kehidupan Urban”

Belanja Religiusitas dalam Novel Populer

Putu Fajar Arcana
Kompas, 27 Des 2009

EMPAT tahun setelah novel Ayat Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy terbit tahun 2004, dunia film mengangkatnya menjadi semakin populer. Film berjudul sama yang disutradarai Hanung Bramantyo itu setidaknya berhasil menjaring 3,7 juta penonton. Sebuah angka fantastis yang dicapai dalam waktu singkat. Teks sastra sebagai novel mungkin akan ngos-ngosan jika ingin melampaui pencapaian itu! Continue reading “Belanja Religiusitas dalam Novel Populer”

Revolusi Sunyi dari Lubang Sembunyi

Putu Fajar Arcana, Aryo Wisanggeni G
Kompas, 24 April 2011

PANGGUNG berupa balkon yang dibangun dari kayu, cerobong asap, dan sebuah sel sempit dilumuri warna merah. Seseorang berlari lalu mengibaskan bendera di ketinggian. Musik yang juga sayup-sayup berasa merah mengalir….

Itulah adegan pembuka Tan Malaka, Opera 3 Babak yang dipentaskan Sabtu (23/4) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Opera karya Goenawan Mohamad dalam rangka 40 tahun majalah berita mingguan Tempo, itu akan dipentaskan kembali Minggu (24/4) malam. Continue reading “Revolusi Sunyi dari Lubang Sembunyi”

Kesetiaan “Savitri” dan Retno Maruti

Putu Fajar Arcana
Kompas, 1 Mei 2011

…Tresna sejati menika kasetyan
Wujud pangurbanan
Nadyan cekak yuswa
Drenging nala nedya ambabar kabagyan

Savitri menembangkan dialog itu untuk menjawab ucapan Rsi Kaneka, yang mengabarkan calon suaminya Satyawan tak akan berumur panjang. Sang Rsi ingin agar Savitri mengurungkan niatnya menikah dengan putra raja Dyumatsena, yang terbuang di hutan karena kalah perang. Continue reading “Kesetiaan “Savitri” dan Retno Maruti”