Pertarungan Para Pemanggil Hujan

Putu Fajar Arcana
http://oase.kompas.com/

Pada pertarungan kelima, tangan Putu Kebo (30) berdarah. Sementara lawannya, Komang Rerod (45), masih segar bugar. Pertempuran dua jagoan dari Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali, dalam ritual ?gebug ende? saat Festival Hujan di Bentara Budaya Bali, Minggu (21/2), itu pun dihentikan.

Mendung secara tiba-tiba menyelimuti langit seputar Ketewel, Gianyar, tempat Bentara Budaya Bali berlokasi. Ada pertanda hujan segera turun. Pengunjung serentak menoleh ke langit ketika rinai gerimis. Continue reading “Pertarungan Para Pemanggil Hujan”

Gde Dharna, Kenekatan Sastra Bali

Putu Fajar Arcana
http://www2.kompas.com/

SAMPAI kini mungkin tak banyak yang tahu kalau penulis lagu daerah Bali berjudul Merah Putih bernama I Gde Dharna (69). Padahal hampir setiap anak Bali yang pernah mencicipi sekolahan pasti bisa menyanyikannya. Lagu yang dimaksudkan untuk membangkitkan heroisme para pejuang pada tahun 50-an itu, hingga kini sering ditembangkan dalam pementasan kesenian tradisi di Bali. Para anak muda juga suka mengumandangkan lagu itu di pos-pos keamanan lingkungan. Lagu ini secara resmi pernah diajarkan di sekolah-sekolah di Bali. Continue reading “Gde Dharna, Kenekatan Sastra Bali”

Di Panggung Puisi Radhar Terus Hidup

Putu Fajar Arcana
http://www2.kompas.com/

SEJAK setahun tiga bulan yang lalu, penyair Radhar Panca Dahana (38) harus terbaring minimal sepuluh jam dalam seminggu untuk melakukan hemodialisis. Pada hari-hari Selasa dan Sabtu, ditemani istri dan anaknya, Radhar menghabiskan waktunya di sebuah bilik rumah sakit. Terbayang selang-selang, bau obat, aliran darah, deru mesin, serta cairan yang menetes ke bak penampung. Continue reading “Di Panggung Puisi Radhar Terus Hidup”