Tag Archives: Rahmat Sudirman

Seorang Iwan Dan Timur Itu

Iwan Nurdaya Djafar (Penyair-Budayawan)
Pewawancara: Rahmat Sudirman, Zulkarnain Zubairi
http://www.lampungpost.com/

WACANA sastra Timur mengalir begitu saja dari mulut Iwan Nurdaya Djafar. Keseriusan mendalami sastra-sastra oriental ini sangat terasa. Bukan saja dari banyaknya literatur sastra Timur yang dia miliki, yang menumpuk di lemari buku di ruang tamunya; keseriusan ini terasa dari jernihnya wacana yang menyeruak dari pikiran Iwan dan bernasnya apresiasi yang mengalir dalam pembicaraan Selasa (6-12) malam itu di kediamannya di Jalan Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung.

‘Perempuan Berkalung Sorban’ dalam Diskursus

Rahmat Sudirman, Wiwik Hastuti
http://www.lampungpost.com/

BERAWAL dari pergulatan fiktif putri kiai salafiah Jawa Timur, pro-kontra itu datang. Lika-liku Anissa yang hidup dalam tradisi patriarki pesantren Jawa Timur membuka kembali diskursus lawas tentang subordinat perempuan di negeri ini. Film Perempuan Berkalung Sorban besutan Hanung Bramantyo pun jadi sorotan.

Menggagas Estetika di Ruang Diskusi

Rahmat Sudirman
http://www.lampungpost.com/

Sastra Indonesia tak bisa lepas dari “mitos” kebaruan. Namun, eksplorasi karya yang muncul pasca-1998, seiring tumbangnya Orde Baru, belum memperlihatkan mainstream yang kuat.

HARRIS Effendi Thahar dengan jelas melontarkan simpulan tersebut dalam diskusi Temu Sastrawan Indonesia (TSI) 1. Namun, lontaran sastrawan Sumatera Barat itu lepas begitu saja. Puluhan sastrawan yang mengikuti diskusi membahas capaian estetik puisi di Grand Hotel, Jambi, tanggal 8 Juli lalu seperti tak menganggap simpulan Harris itu sesuatu yang penting.