Para Peletak Dasar Teater Modern

Rakhmat Giryadi

Pada suatu ketika kelas borjuasi tidak lagi ingin menonton lakon raja-raja, bangsawan-bangsawan; mereka ingin melihat diri mereka sendiri. Maka tidak sia-sia, George Lillo (1731) menulis lakon tentang magang, pelacur, dan saudagar dalam karyanya Saudagar London. Jelas dalam lakon ini tokoh-tokoh kerajaan tidak hadir seperti yang terjadi dalam teater Elizabethan, yang hanya menampilkan wajah kerajaan. Continue reading “Para Peletak Dasar Teater Modern”

Masalah Naskah Teater di Jawa Timur

Rakhmat Giryadi *

Jawa Timur, mengalami kelangkaan naskah teater. Sejak periode tahun 1970-an, periode Akhudiat, penerbitan naskah teater baru terjadi satu kali. Pada tahun 2001 lalu Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) menerbitkan Tiga Kitab Lakon dari Jawa Timur, yang hanya memuat tiga naskah antara lain, Jaka Tarub (Akhudiat), Sang Tokoh (Anas Yusuf), dan Kuman (Meimura). Namun penerbitan ini juga tidak mampu menjawab kelangkaan naskah di Jawa Timur. Continue reading “Masalah Naskah Teater di Jawa Timur”

Mencari Rumah Sastra Indonesia Di Bangka Belitung

Rakhmat Giryadi
surabayapost.co.id

Jika ke huma membawa pepah
Pepah bertiti berpagar duri.
Alamnya indah rakyatnya ramah
Inilah Negeri Laskar Pelangi

PANTUN di atas diucapkan Gubernur Bangka Belitung H Eko Maulana Ali pada awal sambutan. Sontak ruang Mahligai Serumpun Sebalai riuh rendah oleh tepuk tangan hadirin, para sastrawan seluruh Indonesia. Continue reading “Mencari Rumah Sastra Indonesia Di Bangka Belitung”

Temu Sastrawan Indonesia 2 – Membangun Karakter Lokalitas

Rakhmat Giryadi
surabayapost.co.id

Sastra Indonesia dibangun dari sub kultur yang menyebar di seluruh Indonesia. Sastrawan lokal memiliki andil besar dalam khasanah sastra Indonesia.

Mencermati perkembangan kesusastraan Indonesia belakangan ini, kiranya jelas bahwa poros-poros kesusastraan Indonesia di berbagai daerah makin mengukuhkan keberadaannya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kesusastraan Indonesia secara keseluruhan. Continue reading “Temu Sastrawan Indonesia 2 – Membangun Karakter Lokalitas”

Bahasa ยป