Tag Archives: Ratna Indraswari Ibrahim

Obituari: Sang Pemberani Itu Pergi…

Putu Fajar Arcana
Kompas, 3 April 2011

KEPERGIAAN Ratna Indraswari Ibrahim (62) di pagi hari membuat jantung saya berdegup kencang. Minggu (27/3), saya menerima kabar ia kembali dirawat di rumah sakit karena terserang stroke untuk kedua kalinya. Tahun lalu, di bulan Mei, saya berkunjung ke rumahnya di Malang. Ia tampak sehat dan sudah pulih setelah sebelumnya juga terserang stroke.

Dendang Itu

Ratna Indraswari Ibrahim
http://www.suarakarya-online.com/

Sami, mendendangkan lagu ini, “Putri, ini Ayah. Ayah, ini Putrimu.” Lantas kudengar suara Sami tertawa bersama putriku, diakhir setiap dendang itu.

Aku selalu ingin keluar dari tubuhku, kalau kudengar dendang itu. Tapi, aku tidak bisa melakukan apapun, tentu saja. Seperti aku tidak bisa mengatakan pada Sami (suamiku) siapa ayah, dari putriku?

Ferlin Mencuci Baju

Ratna Indraswari Ibrahim
http://www.jurnalnasional.com/

Hari ini Ferlin berumur dua puluh tahun.

Tidak bisa lagi melanjutkan sekolah, seperti sahabat-sahabatnya se-SMA. Bulan ke mancanegara, Lia masuk ke salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jakarta. Sedang Ferlin di sini, cuma mencuci baju!

Melihat wajahnya di air yang penuh busa sabun. Buih-buih busa berwarna-warni.

Kanal

Ratna Indraswari Ibrahim
http://www.jawapos.com/

Menelusuri jalan-jalan di Universitas Amsterdam, Nunung merasa sangat tidak nyaman (dia baru tiga bulan di sini untuk mengambil S2 atas biaya dari negeri ini).

Nunung sibuk menutupi rambutnya dengan penutup kepala jaketnya, agar bisa mengurangi hawa dingin. Tiba-tiba Bryan berkata, ”Rambut orang Asia itu bagus ya.”

Nunung menatap wajah Bryan. Negeri ini mungkin penuh basa-basi. Dia tak mau jauh berpikir. Melihat ke arah lain, beberapa mahasiswa berseliweran dengan tas ransel di pundak. Bryan mengulangi ucapannya, ”Rambut orang Asia memang bagus. Aku kepingin melukis rambutmu, Nyonya.”