Buru, Buku, dan Pesan Bung Karno

Raudal Tanjung Banua *
Kompas, 8 Sep 2018

Di halaman sebuah rumah tua di kota Namlea, Pulau Buru, Maluku, terdapat tugu berbentuk tinju, mengacung ke udara yang panas, seolah mengucap dengan tegas, “Merdeka atau Mati!” Di bawah kepalan tangan itu, terdapat kalimat yang tak kalah menggugah, “Indonesia tanpa Buru bukanlah Indonesia”. Itulah pesan Bung Karno, Presiden pertama RI saat berkunjung ke “Bumi Kayu Putih” pada tahun 1957. Continue reading “Buru, Buku, dan Pesan Bung Karno”

Arah Mudik

Raudal Tanjung Banua *
JawaPos 1 Juni 2019

Di kampungku, pesisir Barat Sumatera, mudik pertama-tama dipahami sebagai penunjuk arah. Ia merujuk daerah hulu sungai, gunung, atau sebalik bukit.

Kebalikannya adalah hilir, merujuk muara, pantai dan laut. Umumnya, masyarakat kita memang tidak menyebut arah dalam ungkapan “resmi” mata angin, namun lebih banyak mengacu pada tradisi dan budaya (toponomi). Continue reading “Arah Mudik”

Bahasa »