Kearifan Seorang Sufi

Akhmad Zaini*
http://www.jawapos.com/

Dalam sejarah perjalanan bangsa ini, nama KH Achmad Siddiq (1926-1991) tentu bukanlah nama asing. Sebab, dari ulama sederhana dan kharismatik itu, muncul sejumlah pemikiran besar yang berdampak sangat luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

Pemikiran Kiai Achmad yang paling monumental adalah soal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Kiai Achmad, NKRI yang berdasar Pancasila merupakan bentuk final. Karena itu, tidak perlu diotak-atik lagi. Dalam kehidupan bernegara, semua harus mengakui dan menerima NKRI dan Pancasila. Continue reading “Kearifan Seorang Sufi”

PETA SASTRA TAMADUN MELAYU

Maman S. Mahayana *

Edi Sedyawati, dkk., Sastra Melayu Lintas Daerah, Jakarta: Pusat Bahasa, 2006, xii + 419 halaman.

“Tak kenal maka tak sayang.” Itulah yang terjadi pada dunia Melayu, khasnya yang menyangkut selok-belok ketamadunannya (peradaban). Dunia Melayu yang pernah dicitrakan para orientalis sebagai bangsa Timur -pribumi- yang serbaterbelakang, sesungguhnya menyimpan kekayaan tamadun yang agung. Sejak lama ketamadunannya itu wujud dan mendapat apresiasi yang tinggi dari bangsa-bangsa yang sudah lebih dulu menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia. Bangsa-bangsa besar Asia, seperti Mesir, Tiongkok, India, Parsi, dan bangsa Eropa, mengenal dunia Melayu melalui hubungan perdagangan, penyebaran agama, dan pertukaran kebudayaan. Bahkan, dilihat dari penyebarannya, jejaknya hingga kini masih tampak dalam wilayah yang begitu luas. Continue reading “PETA SASTRA TAMADUN MELAYU”

SUPER HILANG, SEGEROBAK SAJAK HAMID JABBAR

: KESERIUSAN YANG TAK KENAL LELAH

Maman S. Mahayana *

Hamid Jabbar, Super Hilang (Balai Pustaka, 1998), xii + 397 halaman
Puisi bukanlah caci-maki. Ia juga tidak sekadar ungkapan perasaan melankolis remaja yang cengeng. Seperti juga ragam karya sastra lainnya, sangat mungkin puisi dimanfaatkan sebagai alat untuk mengungkapkan kegelisahan penyair ketika ia mesti ber-hadapan dengan ketidakadilan, ketidakberdayaan atau manakala ia merindui cinta ilahiah. Continue reading “SUPER HILANG, SEGEROBAK SAJAK HAMID JABBAR”

Belajar Kesederhanaan dari Komunitas Samin Kudus

Judul Buku : Samin Kudus: Bersahaja di Tengah Asketisme Lokal
Penulis : Moh. Rosyid, M. Pd.
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : I, Desember 2008
Tebal : xvi + 247 halaman
Peresensi : M. Abu Laka S.Y.*
http://www.lampungpost.com/

“SELAMA ini kita lebih ngugemi istilah bahwa komunitas atau yang bertahan hidup adalah mereka yang paling cepat (the survival of the fastest) dalam menyikapi kehidupan dan yang bertahan, dialah yang paling (mempunyai) kekuatan (the survival of the fittest). Namun, dalam konteks Samin Kudus, yang bertahan ternyata merekalah yang paling bersahaja (the survival of the ascetism)” (Moh. Rosyid) Continue reading “Belajar Kesederhanaan dari Komunitas Samin Kudus”

Tabung Oksigen Ketiga dari Pidi Baiq

Judul buku: Drunken Mama, Keluarga Besar Kisah-Kisah Nonteladan
Penulis: Pidi Baiq
Pengantar: Prof. Bambang Sugiharto
Penerbit: DAR! Mizan, Februari 2009
Tebal: 216 halaman
Peresensi: Denny Ardiansyah*
http://www.lampungpost.com/

Untuk ketahuilah bersama alangkah hidup ini menakjubkan, sungguh menakjubkan. Sayang sekali kalau hidup bagimu hanya sekadar untuk menghirup oksigen. (Pidi Baiq, Drunken Mama; hlm. 116–117) Continue reading “Tabung Oksigen Ketiga dari Pidi Baiq”

Bahasa ยป