Dermaga sastra Indonesia: kepengarangan Tanjungpinang dari Raja Ali Haji sampai Suryatati A. Manan
Penulis: Jamal D. Rahman, Al-Azhar, Abdul Malik, Agus R. Sarjono, dan Raja Malik Hafrizal
Penerbit: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dan Komodo Books
Tahun: 2011
Peresensi: Budi Darma
tempointeraktif.com Continue reading “Kisah-kisah Sastra Tanjungpinang”
Mendialogkan Al-Quran dengan Realitas
Judul Buku : Al-Quran Kitab Zaman Kita
Penulis : Syaikh Muhammad Al-Ghazali
Judul Asli : Kayfa Nata’amal ma’al Qur’an
Penerbit : Mizan, Bandung
Cetakan : I, Maret 2008
Tebal : 362 halaman
Peresensi : Ahmad Fatoni * Continue reading “Mendialogkan Al-Quran dengan Realitas”
Upaya Memperjuangkan Keadilan Data Buku
Aris Hasyim *
http://www.lampungpost.com/
Busyro Muqoddas, Penyuara Nurani Keadilan. Elza Faiz & Nur Agus Susanto. Erlangga, Jakarta, 2011. 314 hlm.
SOSOK Muhamad Busyro Muqoddas tentu tidak asing lagi diranah penegak hukum. Mas Bus, sapaan akrab Busyro Muqoddas, terlahir pada 17 Juli 1952 di Kampung Notoprajan, Yogyakarta. Continue reading “Upaya Memperjuangkan Keadilan Data Buku”
Spirit Toleransi untuk Kerukunan
Siti Muyassarotul Hafidzoh *
http://www.lampungpost.com/
Berislam Secara Toleran: Teologi Kerukunan Umat Beragama. Irwan Masduqi. Mizan, Bandung, Desember 2011. Xxxi + 310 halaman
BANGSA Indonesia masih belum lupa pada berbagai kasus yang sangat mencederai kerukunan umat beragama. Berbagai kasus itu, antara lain penutupan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Bogor, Continue reading “Spirit Toleransi untuk Kerukunan”
Putroe Neng, Pemakan 99 Kemaluan Laki-laki
Dudi Rustandi *
http://www.kompasiana.com/dudirustandi
Aceh, ternyata banyak menyimpan wanita-wanita perkasa. Tidak hanya Syeikh Keumala Hayati yang mampu melawan merubuhkan 100 prajurit Portugis dalam medan Pertempuran pada tahun 1600-an, juga ada wanita perkasa lainnya yang kerap menjadi ikon pejuang wanita Indonesia, Cut Nyak Dien yang dengan segenap jiwa raganya mengorbankan segala yang dimilikinya agar Indonesia tidak jatuh ke tangan Penjajah, begitupun dengan Cut Meutia. Melalui mereka Indonesia dapat bertahan, dan Aceh adalah salah satu daerah yang tidak pernah dikuasai oleh Penjajah. Continue reading “Putroe Neng, Pemakan 99 Kemaluan Laki-laki”
