Surat Pembaca [untuk Redaktur Desk Non Berita KOMPAS]

Bamby Cahyadi 30 Januari 2011 jam 9:06

Jakarta, 30 Januari 2011

Kepada Yth.
Redaktur Surat Pembaca KOMPAS

u.p. Redaktur Desk Non Berita Kompas

Salam Sejahtera,
Saya sangat kecewa dengan cerpen yang dimuat di Kompas, 30 Januari 2011. Cerpen Perempuan Tua dalam Rashomon, yang ditulis oleh Saudara Dadang Ari Murtono, adalah cerpen PLAGIAT dari cerpen berjudul RASHOMON karya Akutagawa Ryunosuke. Continue reading “Surat Pembaca [untuk Redaktur Desk Non Berita KOMPAS]”

Hujan Peluru di Bulan Desember

Robin Dos Santos Soares
http://www.kompasiana.com/robin

?Anak-anak sudah tidur??

?Ya. Sudah. Tapi sebelum mereka tidur, Leli mencarimu?.

?Kenapa??

?Dia bilang. Bapak kok tidak pulang-pulang. Sudah dua minggu lebih,?

?Sebaiknya kamu memberitahu pada anak-anak. Seorang istri yang baik itu sudah menjadi bagian dari kewajibanmu. Mereka belum paham dunia bapaknya. Saya sangat sibuk akhir-akhir ini. Harus ngurusin proyek di Bali. Kata sahabat bapak yang bekerja di pemerintahan, mereka mau menanamkan kapitalnya di sini.? Continue reading “Hujan Peluru di Bulan Desember”

Cerita-cerita Pulau Buru: Sejarah dan Nyanyi Burung Kedasih

Ignas Kleden
majalah.tempointeraktif.com

Pramoedya ist ein Begriff—Pramoedya bukan sekadar nama, tetapi sebuah pengertian, bahkan sebuah konsepsi. Kata-kata itu diucapkan oleh seorang ibu yang amat simpatik, Prof. Irene Hilgers-Hesse, Ketua Jurusan Melayu di Universitas Koeln, ketika mengundang seorang mahasiswa filsafat di Muenchen tahun 1980, yang kebetulan saya sendiri, untuk membicarakan buku Bumi Manusia yang baru saja terbit. Continue reading “Cerita-cerita Pulau Buru: Sejarah dan Nyanyi Burung Kedasih”

Obor Revolusi Sastra Komunis

Fahrudin Nasrulloh *

Jejak dari Pojok Kampung

Ada persepsi miring dan kelam hingga kini ihwal gerakan Partai Komunis Indonesia. Pertarungan politik dan ideologi dari masa ke masa memiliki momentum masing-masing. Di negeri ini penistaan dan pengasingan eks PKI atau yang berada di selingkungannya, baik keluarga maupun sanak saudara. Peristiwa Gestapu 1965 menggebyah semua itu. Sejarah komunisme di Indonesia kian memerah. Continue reading “Obor Revolusi Sastra Komunis”

Octavio paz, amerika latin, dan senjakala modernisme

Nirwan Dewanto *
tempointeraktif.com

BERTAHUN-TAHUN lalu saya mengenal nama Octavio Paz melalui sebuah sajaknya dalam terjemahan Indonesia. Baris-baris sajak itu tidak dapat saya ingat lagi, tetapi yang tertinggal pada saya adalah “inti”-nya: aku yang melihat perlahan-lahan berubah menjadi aku yang dilihat, aku yang menyatakan bermetamorfosis menjadi aku yang dinyatakan. Continue reading “Octavio paz, amerika latin, dan senjakala modernisme”

Bahasa ยป