MEREKONSTRUKSI (? x – = +) DALAM KORUPSI

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Alhamdulillah diberi sempat meluruskan permasalahan ini, kepada kejiwaan bathin menggebu menunjukkan sikap seimbang di jalan lurus menentukan pilihan. Ruh yang Tuhan rahasiakan kecuali sedikit bisa dikenali, hanya sekulit luar kupasan bawang putih adanya materi, sebagai kehalusan budhi pekerti insan mengamati arti kelembutan.

Kali ini kudedah keberadaan realitas ketaksadaran, sebab realitas kesadaran tentu anda cukup mengolah bahan termiliki. Ini dimunculkan demi mawas bercermin, atas kesalahan tak terkira sanggup gagalkan pemahaman, lebih parah melahirkan tragedi. Karenanya izinkan menguliti buah pengantar jarak yang ditempuh pemahaman logis serta rasa untuk menggapai akarnya. Continue reading “MEREKONSTRUKSI (? x – = +) DALAM KORUPSI”

Haruki Murakami: Pemberontak Sastra Jepang

Pernah dimuat di suplemen Ruang Baca Koran Tempo, Feb 2003

SUATU kali saya meminjam dua buku dari sebuah perpustakaan di Tokyo, Beauty and Sadness karya Yasunari Kawabata dan A Wild Sheep Chase karya Haruki Murakami. Dalam buku Kawabata, novelis Jepang yang pertama meraih Nobel Sasta pada 1968,saya bertemu keindahan formal yang menjadi ciri literatur Jepang masa pascaperang.Kuil yang eksotik dengan taman lumut yang teduh, kimono sutra yang elegan, upacara minum teh yang khidmat, geisha berpupur putih yang terampil meramu pembicaraan memikat dengan tamunya. Sebuah dunia yang halus dan penuh aroma nostalgik seperti mimpi yang indah. Continue reading “Haruki Murakami: Pemberontak Sastra Jepang”

Ganyang-mengganyang

A.S. Laksana *
jawapos.com

When you got nothing, you got nothing to lose.- Bob Dylan

MUNGKIN kita diam-diam memiliki bayangan yang bersifat kuliner tentang Malaysia; mungkin negeri jiran itu tampak di mata kita sebagai seekor kambing muda –atau cempe menurut lidah orang Jawa– sehingga setiap kali kita terganggu oleh tabiatnya kita buru-buru ingin mengganyangnya. Niat pertama untuk mengganyang si cempe muncul tahun 1963 dan disuarakan sendiri oleh Presiden Soekarno dalam cara yang, tentu saja, sangat menggelora. Continue reading “Ganyang-mengganyang”

Ketika Jawa Terendam Darah

Judul buku : Konflik Berdarah di Tanah Jawa
Penulis :Raka Revolta
Penerbit : Bio Pustaka, Yogyakarta
Cetakan : 2009
Tebal : viii + 152 halaman
Peresensi : MG. Sungatno *
cawanaksara.blogspot.com

Tanyakan pada Ken Dedes, siapakah pembunuh akuwu Tunggul Ametung? Jawabnya: Ken Arok! Anak hasil hubungan gelap Brahmana Gajah Para dengan Ken Ndok itulah yang menjadikan Anusapati yatim sejak dalam kandungan (hlm.5). Continue reading “Ketika Jawa Terendam Darah”

Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora

Abdul Malik, Fahrudin Nasrulloh

Wahai huruf??
Alangkah akan tinggi ucapan
Terima kasihku, bilalah kamu
Menjadi buku terbuka
Bagi manusia yang membacanya
(Pramoedya Ananta Toer, Menggelinding 1)

Bebaris kata-kata Pram itu terpampang di salah satu banner di bagian tengah atas yang berisi sejumlah cover novel-novel Pram, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa asing. Continue reading “Pram, Punk, dan Gerakan Komunitas di Blora”

Bahasa ยป