Mendengar Suara-suara Melayu

Rida K Liamsi
Riau Pos, 30 Okt 2011

KOREA-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) I yang diadakan di Seoul, Korea Selatan, Desember 2010, selain diisi dengan kegiatan pembacaan puisi dan esai juga menerbitkan beberapa buku sastra. Antara lain, kumpulan puisi yang berisi puisi-puisi penyair ASEAN yang ikut festival (ada 12 penyair) di mana masing-masing penyair menyertakan 4 puisinya, yang diberi judul: Becoming (sesuai dengan tema festival). Continue reading “Mendengar Suara-suara Melayu”

Sagang dan Eksistensi Kerja Budaya

Rida K Liamsi
Minggu, 30 Jan 2011

KETIKA menerbitkan Majalah Sagang 10 tahun lalu, saya menyadari bahwa penerbitan ini bukan penerbitan komersial. Ini lebih bersifat komitmen Riau Pos di mana saya berada ingin ada yang memperhatikan tentang pengembangan kebuadayaan, khususnya sastra, dalam bentuk publikasi yang lebih teratur. Meskipun di Riau Pos waktu itu sudah ada halaman budaya, tiap minggu sekali, satu atau dua halaman, tapi sebuah majalah yang serius dan ditangani secara sungguh-sungguh, terutama kualitas isinya, tetap diperlukan. Continue reading “Sagang dan Eksistensi Kerja Budaya”

Bahasa, Penyair, dan Kreativitas

Rida K Liamsi
Riau Pos, 26 Des 2010

BAHASA adalah rumah, tanah air para penyair. Di sinilah dia lahir dan dibesarkan. Di sinilah dia tumbuh dan berkembang. Dari sinilah kemudian dia mengembara untuk memberi makna kehidupannya, sebelum pada akhirnya pulang kembali ke rumah keabadiannya. Bahasa adalah jati diri penyair. Karenanya, penyair yang kehilangan bahasanya, akan kehilangan segalanya. Kehilangan jati diri. “Yang tak berumah takkan menegakkan tiang,” begitu kata salah satu bait puisi penyair Rainer Maria Rielke “Di Batu Penghabisan ke Huesca” yang diterjemahkan Goenawan Mohammad, salah satu penyair besar Indonesia. Continue reading “Bahasa, Penyair, dan Kreativitas”

Surat Sastra: Sunaryono Basuki Menggugat Rida K Liamsi

Husnu Abadi
riaupos.com

Akhirnya saya memutuskan untuk menulis Surat Sastra ini. Paling tidak karena telah dua kali, sahabat saya dari Singaraja, Bali, Sunaryono Basuki (SB), menulis esei yang menyinggung dan menggugat ketiadaan nama Rida K Liamsi, yang menurut hemat saya kurang akurat atau kurang cermat. Esei pertama, dimuat dalam Rubrik Budaya Riau Pos, 25 Januari 2009. Continue reading “Surat Sastra: Sunaryono Basuki Menggugat Rida K Liamsi”

Anugerah Haji Ibrahim dan Revitalisasi Sastra Melayu*

Rida K Liamsi**

Berita

Revitalisasi budaya Melayu, termasuk sastra Melayu, pada hakekatnya adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk memberi ?darah? dan ?semangat? baru pada budaya dan sastra Melayu, agar kembali berfungsi dan berperan sebagai salah satu kekuatan dalam pembentukan karakter dan citra kehidupan, agar tetap berfungsi dan mengambil bahagian dalam pembentukan tamadun Melayu itu. Continue reading “Anugerah Haji Ibrahim dan Revitalisasi Sastra Melayu*”