Obrolan mengenai Penerjemahan dari Bahasa Spanyol dan Inggris bersama Ronny Agustinus (Bagian II selesai)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia

(Link ke sebelumnya klik di sini)
Sasti Gotama: Ini adalah salah satu terbitan Marjin Kiri favorit saya: Pemburu Aksara, Ana Maria Shua. Saya berharap, Mas Ronny Agustinus dan Marjin Kiri akan lebih sering menerbitkan terjemahan karya penulis dunia perempuan, hehehe. Saya pernah mendengar bahwa proses penerjemahan kadang bisa menghilangkan kekhasan suatu teks. Seseorang pernah menceritakan kekesalannya kepada saya saat membaca terjemahan Seratus Tahun Kesunyian yang menghilangkan gaya parataksis Gabo. Namun, Continue reading “Obrolan mengenai Penerjemahan dari Bahasa Spanyol dan Inggris bersama Ronny Agustinus (Bagian II selesai)”

Sastra Amerika Latin: Tak Sekadar Macondo vs. McOndo

Tanggapan untuk Artikel Imam Muhtarom

Ronny Agustinus *
Kompas, 23 April 2006

Untuk membahas khazanah sastra Amerika Latin yang demikian luas, beragam, dan vital dalam percaturan sastra dunia, sungguh penting bagi si pembahas untuk mengenali tema bahasannya dari sumber primer (artinya membaca betul-betul setiap penulis dan buku yang dirujuknya), agar terhindar dari generalisasi dan penyederhanaan berlebihan yang berpotensi menyesatkan. Continue reading “Sastra Amerika Latin: Tak Sekadar Macondo vs. McOndo”

“Yang Luput dari Penghargaan: Politik Penganugerahan Hadiah Nobel Sastra”

Benedict Anderson

Diterjemahkan oleh Ronny Agustinus * dengan persetujuan dan penyeliaan penulis dari “The Unrewarded: Notes on the Nobel Prize for Literature”, New Left Review 80, Maret-April 2013, hlm. 99-108. Tulisan ini merupakan perluasan dari Kata Pengantar buku Nor Faridah Abdul Manaf dan Mohammad Quayum (eds.), Imagined Communities Revisited: Critical Essays on Asia-Pacific Literatures and Cultures, Kuala Lumpur 2011. Continue reading ““Yang Luput dari Penghargaan: Politik Penganugerahan Hadiah Nobel Sastra””