Teater sebagai Gerak Budaya

S. Yoga
sinarharapan.co.id

Menurut Subagio Sastrowardoyo, Dalam Bakat Alat dan Intelektualisme, seni merupakan unsur ekspresi yang paling penting di dalam budaya. Seni bahkan sering juga disamakan belaka dengan budaya. Budaya sendiri memiliki makna yang lebih luas dalam bidang lingkupnya daripada seni belaka, tetapi dalam fungsinya mengucapkan pengalaman kemasyarakatan dan kemanusiaan, senilah yang paling sanggup menyuarakan pengalaman itu dengan lebih langsung, menyeluruh dan lengkap. Ekspresi seni, apa pun bentuk dan gayanya, adalah total, sekaligus dan tanpa sisa. Continue reading “Teater sebagai Gerak Budaya”

Kisah Prajurit Kidal dan Tuan Cuak Kuak

S Yoga
entertainmen.suaramerdeka.com

SUATU ketika datang seorang prajurit yang ditugaskan di kampung kami. Prajurit Gidal namanya. Pada hari pertama tanpa ba bi bu ia mengumumkan, penduduk kampung harus mematuhi peraturan pemerintah. Selebaran-selebaran ia bagi-bagikan. Di selebaran terpampang kami tidak boleh main judi, sabung ayam, mabuk-mabukan, minum tuak, main hakim sendiri bila ada maling yang tertangkap. Kami tidak boleh lagi mengikat tangannya ke belakang dan melemparkan ke sungai. Tidak boleh ada pembunuhan tanpa alasan jelas. Tidak boleh ada pembakaran orang tak bersalah di lapangan. Continue reading “Kisah Prajurit Kidal dan Tuan Cuak Kuak”

PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA

S Yoga

Sebenarnya sudah lama hal ihwal kelamin menjadi pembicaraan dalam dunia kesenian kita, misal dalam candi-candi, candi Borobudur juga ada hal ihwal berhubungan antara lelaki dan wanita, dalam serat Centhini bahkan digambarkan bagaimana harus bermain, hari apa sesuai wetonnya dan ciri-ciri wanita dengan hal ihwal perempuan, bahkan dalam gua-gua sudah terpancak relief-relief yang bergambar kelamin, perhatikan lingga yang bersimbol penis juga. Ingat pula dalam Kamasutra, Asmorogomo, Ars Amatoria, dari buku (meski ini bukan karya sastra) Sanksekerta, Jawa dan Latin ternyata karangan-karangan itu tidak menunjukkan dan terkesan tuna susila atau pornografi, padahal menguraikan teknik hubungan seks dan seluk beluknya. Continue reading “PURITISME DALAM SASTRA INDONESIA”

FSS DAN 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

S Yoga
Kompas Jatim

Dari tanggal 1-15 Juni nanti, kita akan disuguhi hajatan kebudayaan yang bernama Festival Seni Surabaya (FSS) 2008, dengan mengambil tema ?Seratus Tahun Kebangkitan Nasional: Tribute to Surabaya? sebuah tema besar sebenarnya. Namun memang demikian sebuah hajatan sudah umum mengambil tema yang gagah dan mentereng. Dan bila kita cermati kelakuan ini sudah berlangsung sejak zaman kolinial Belanda, yang oleh Clifford Gertz disebut sebagai Negara Panggung. Sebuah negara yang lebih suka mementingkan gebyar atau penampilannya saja. Continue reading “FSS DAN 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL”

Bahasa ยป