Sastrawan Jawa Timur: Peta Kebangkitan Jaman

Sabrank Suparno

Jawa Timur yang luasnya sekitar157.922 kilo meter persegi, dengan jumlah penduduk 36.294.280 merupakan wilayah fenomenik. Berbagai kajian keilmuan tak pernah sepi mengangkat Jawa Timur sebagai topik utama.

Dari sudut sastra, para esais sastra sedang gencar mengupas perihal tarik-ulur eksistensi kesusastraan yang pada akhirnya menguatkan titik fokus jati diri Jawa Timur sebagai wilayah kesusastraan tersendiri di Indonesia, wilayah yang tak lagi menjadikan Jakarta dan Melayu sebagai pusat imperium kesusasteraan. Continue reading “Sastrawan Jawa Timur: Peta Kebangkitan Jaman”

Pesta Kawin

Sabrank Suparno

Tanjung Dungkak, adalah kota kecil dari sekian puluh kota yang pernah aku singgahi. Dibanding Tanjung Benoa Bali, kota ini tak sekedar jauh wilayah teritorialnya, melainkan jauh pula tingkat peradapannya. Kawasan sunyi dari lalu lalang menusia, minim gedung mewah, tak ada kendaraan transportasi dan dunia gemerlap. Keadaan ini berbanding seratus delapan puluh derajat dengan Tanjung Benoa Bali yang tak sepi turis manca negara silih berganti menyinggahi. Continue reading “Pesta Kawin”

Perihal Anjing Yang Suka Azan

Sabrank Suparno

Di perantauan mana pun, yang penting bagi seseorang ialah sopan, jujur, dan tahudiri. Itu kunci. Bagaimana menempatkan diri sebagai perantau! Siapa tuan rumah? Siapa pendatang? Jika itu dilakukan, saudara dan orang tua dengan mudah terjalin di mana saja.

Awalnya aku mengenal I Ketut Sunyahne, Balinese tulen yang tak begitu cakap berbahsa Indonesia, tapi dia malah mengerti kalau aku berbahasa Jawa kuno. Continue reading “Perihal Anjing Yang Suka Azan”

Replikasi Kebudayaan Jawa

Sabrank Suparno*
Radar Surabaya, 26 Des 2010

Kebudayaan dalam perkembangan peradaban, selalu dilongok serius sebagai indikator corak yang mewarnai strukturalisasinya. Apa dan bagaimana kadar kebudayaan dalam kurun waktu tertentu, tak lepas dari proses sinergial yang memungkinkan terbentuknya power heterogensi kapasitas kualitatif ataupun kuantitatif. Continue reading “Replikasi Kebudayaan Jawa”

Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa

Sabrank Suparno *

Perubahan Anda sudah disimpan

Berawal dari grenang-greneng antar seniman yang mengandaikan bagaimana caranya bisa mengekspresikan diri dalam satu forum dan tidak berbelit dengan urusan dana, lembaga dan atau instansi terkait, dari sanalah ide Lawatan Budaya muncul. Kemudian para seniman tersebut menyiasati daya untuk mewujutkan terlaksananya titik sentral ide tersebut. Sertamerta bagi yang ingin terlibat, pletikan kekuatan pun mulai terumus, bahwa tidak ada kata kunci yang jitu, kecuali membakar lemak jiwa dengan sistem‘rewang, soyo, gotongroyong, semua yang terlibat mengikhlaskan energi untuk urun mengisi agenda. Continue reading “Lawatan Budaya Menggugah Kekuatan Desa”

Bahasa »