BELAJAR SABAR
tiap huruf
dan angka
tergores
begitu dalam
pada batu
bakal nisanmu
tanggal Continue reading “Sajak-Sajak Kurniawan Yunianto”
BELAJAR SABAR
tiap huruf
dan angka
tergores
begitu dalam
pada batu
bakal nisanmu
tanggal Continue reading “Sajak-Sajak Kurniawan Yunianto”
Cinta Di Bulan Juni
Bila yang pernah aku temui adalah hujan bulan juni*. Kini usai pada matahari bulan juni**. Ada kabar tentang waktu yang menua dan harus tergantikan dengan kemudaan. Melewati hari-hari sepi bulan juni. Sehabis aku meninggalkan jejak pada mei yang penuh luka dan darah dalam sejarah bangsa ini. Continue reading “Sajak-Sajak Denny Mizhar”
Lumpur
900 hari lamanya, aku gali lubang tanah ini. Tengoklah ke dalamnya. Kau akan temukan kerangka tubuhmu yang terlilit akar. Akar dari segala akar, yang sulurnya terus memanjang dan merambat sampai ke dalam otakmu. Mungkin kau tak merasa bahwa sel saraf di otakmu telah menjelma menjadi akar. Penuh tanah. Penuh debu. Hingga kau tak mampu membedakan cahaya matahari dan kunang-kunang. Continue reading “Sajak-Sajak Salman Rusydie Anwar”
Hujan di awan, mendung di tanah
Musim bersilih selisih
di air kulihat wajah awan mengapung
rumbai rambutnya putih tertambat karang
pikirku sedang digelung
; ombak kian pecah
cakrawala berbelah
matahari tumpahkan air bah Continue reading “Sajak-Sajak Fajar Alayubi”
http://budhisetyawan.wordpress.com/
Ada 3 sajak saya yang termuat di media alternatif yang terbit di Tangerang yaitu joernal sastra boemipoetra edisi Juli-September 2010. Ketiga sajak tersebut berjudul: Mengantuk Negeriku, Kembalikan Zaman Kami, dan Kisah sebuah Negeri yang Suka Dijajah. Alamat email joernal sastra boemipoetra adalah: boemiputra@yahoo.com
Sajak-sajak yang dimuat boemipoetra saya tulis dengan diksi sederhana dan lugas. Sajak-sajak ini saya anggap semacam sajak protes atas kondisi rusaknya bangsa ini. Continue reading “Sajak Budhi Setyawan di joernal sastra boemipoetra”