[MERAWAT JIWA-JIWA]
Aku tunda kantukku, demi fajar ranum gemerisik:
lelangkah ibu ke pasar, burung-burung berkicauan.
Yang terlelap di butiran awan, senandungkan bukit,
lereng bibir pantai tarian gelombang, membiru haru. Continue reading “9 Sajak Kembar Nurel Javissyarqi”
