Sajak-Sajak Mardi Luhung

dipetik dari Kompas, Minggu, 30 Maret 2008

TAKZIAH ISTRI: KUCING BELING

Mesin jahit di atas meja. Meja di atas usungan. Usungan di atas selusin pundak. Dan di mesin jahit itu dia menjahit tubuhku yang telah digunting dan dimal. Setelah dibentang seperti 7 meter kafan. Dan ditaburi minyak serimpi. Minyak si penari yang telah membuat usia menyingkap kerahasiaannya. Membiarkan risik tertabur pada yang tak pernah mengatupkan mulutnya: “Aku ingin menghadap tanpa riasan apa pun. Aku adalah teja senja yang tak terduga!”
Baca selengkapnya “Sajak-Sajak Mardi Luhung”