http://www.lampungpost.com/
Otak Kiri
air yang terjun menghempas diri ke batu-batu ketika kata-kata ini kukekalkan untukmu, takkan menyamai kudus bening nyanyian yang kau susupkan pertama kali ke telingaku. kidung yang membuat bumi, bagiku, menjadi sedikit longgar dan planet lain seolah berbercak ungu. tapi bebatu tempat air terjun itu terhempas, memulangkan ingatanku ke matamu yang suatu malam tak dapat terkatup pulas, bersinar rapuh dan emas. lantas kukenang engkau seperti pengkhayal mengenang masa lalu paling hulu. sesekali menangis haru, kadang-kadang mengerut malu. tapi air mata atau malu takkan pernah menjelma perahu (atau apa saja yang dapat membuat kita bertemu). maka kubertanya seakan padamu, masihkah perlu kulakukan itu? Continue reading “Sajak-Sajak Inggit Putria Marga”