Saroni Asikin
suaramerdeka.com
(1)
SENJA jingga. Angin sejuk menguarkan amis darah. Draupadi berjalan menuju altar persembahyangan. Rambut panjangnya tergerai. Melambai-lambai. Aroma dupa yang mengambar tak mampu mengusir bebauan anyir dari Kurusetra. Sembari memberesi pedupaan, mulutnya melantunkan Sloka Siwa.
“Salindri, siang tadi apa kau lihat Bima mengayun-ayunkan gada menuju Kurusetra?” Continue reading “Senja Hari Draupadi”
