Pentigraf 13-14 Siwi Dwi Saputro

13. Aku Yang Selalu Mendoakanmu, Walau Aku Tak mengenalmu

“437. Kalau tiada yang mengenal, lalu siapa yang sudi mendoakan aku.”

Mendung. Hampir hujan, tapi belum. Sesuatu yang menggantung, segala yang menggantung, memang selalu menyisakan beban. Ingin aku mengusapkan jemariku, membelai pipinya yang ranum mengandung zat cair. Ingin sekali aku meyakinkan dia, menyemangatinya, bahwa dukanya pasti akan berakhir. Tak perlu resah. Rintik hujan pasti akan membasahi bumi, dan bumi memerlukannya. Continue reading “Pentigraf 13-14 Siwi Dwi Saputro”

MEMAHAMI KEKUASAAN YANG HEGEMONIK

(Catatan untuk Tulisan Prof. Teguh Supriyanto)

Aprinus Salam *

Saya mencoba berefleksi berdasarkan ngobrol-ngobrol dan ndobos-ndobos dengan beberapa teman tentang kekuasaan (Jawa). Kadang ngobrol dan ndobos itu saya anggap setara dengan sastra lisan. Terdapat beberapa hal yang ingin saya garisbawahi.

Pertama, biasanya kami berbicara tentang kesaktian sang raja (atau mereka yang tinggi kedudukannya). Kesaktian itu meliputi ilmu apa saja yang mereka miliki (terutama ilmu halus seperti tenaga dalam, ilmu kebal, bisa menghilang, bisa terbang, bisa hadir di beberapa tempat, dsb.), senjata-senjata pusaka yang dimiliki (berupa keris, tombak, jubah dsb), dan ketrampilan silat/perang (sebagai ilmu kasar). Continue reading “MEMAHAMI KEKUASAAN YANG HEGEMONIK”

KEMBARA ATTAR

Taufiq Wr. Hidayat *

Waktu seolah sungai maha besar. Sungai itu memiliki kedalaman yang tak terjelaskan, keluasan yang tak terpahamkan. Dan tak ada yang tahu, apa di kedalaman air yang misterius itu. Apa saja tenggelam ke dalam sungai tanpa diketahui nasibnya. Tetapi ada pula yang terapung-apung, berenang ke sana ke mari. Continue reading “KEMBARA ATTAR”

Bahasa »