YANG DIJIWAI

Mohammad Afifi *

“Apa yang tak lebih indah dari Cinta. Ia universal.” Ujar kawan saya yang nakal. Pun hampir semua filusuf dan para ilmuwan bersepakat bahwa, “Relasi paling agung antar manusia itu, cinta.” Entahlah.

Masih seputar cinta, bagi Rabi’ah Al Adawiyah ialah kebijaksanaan yang esensial. Ya, tak lebih dari itu. Dalam diktumnya yang masyhur, “Tuhan, jika aku ibadah karena mengharap surga, jauhkan saya dari surga itu. Continue reading “YANG DIJIWAI”

Realitas dan Karya Sastra

Anindita S. Thayf *
Jawa Pos, 7 Feb 2021

Ada anggapan bahwa karya sastra harus menggambarkan realitas. Anggapan itu ditambahi pula dengan penekanan bahwa realitas harus digambarkan secara jujur apa adanya. Ini membuat karya sastra, yang termasuk dalam ranah estetika (filsafat keindahan), mendapat tambahan beban tugas etika (filsafat moral), yaitu kejujuran. Alhasil, lahirlah karya-karya sastra yang dimuliakan berkat kejujuran semacam itu. Pemikiran ini dianut oleh para pemuja realisme klasik atau realisme borjuis. Continue reading “Realitas dan Karya Sastra”

Bahasa »