11. Hikayat Camar Dan Ombak
“257. Lihatlah bagaimana burung camar bermain mengantisipasi ombak sambil memikat.”
Di sini. Di pantai ini. Di Mercusuar yang dahulu menjadi kebanggaan. Kini menjadi legenda. Engkau memilihku untuk kau damparkan di sini. Sendiri. Engkau memilihku untuk menjadi segala yang kau inginkan. Aku terima. Aku cinta. Aku sayang. Namun kini yang ada tinggal kenangan. Dan tentu saja rindu. Continue reading “11-12 Pentigraf Siwi Dwi Saputro”


