SEORANG GANDRUNG

Taufiq Wr. Hidayat *

Mata laki-laki itu terpaku di situ. Duduk mematung di bilik bambu. Kulitnya dilabur waktu. Pagi yang tak berpeluh. Musim hujan. Butiran air dijatuhkan. Langit bagai menyiramkan segala kesal. Butiran air yang menempel di daunan berkilauan bagai kristal. Kang Muda’iyah melepaskan kesal bersama asap tembakau yang tebal. Istrinya, Mbok Natun, meletakkan kopi pahitnya di meja. Continue reading “SEORANG GANDRUNG”

Bahasa ยป