Menangkap Spirit Nge-Blog Ndoro Kakung

Adi Baskoro*
http://www.jawapos.com/

Bagi yang pernah atau sering mampir di blog ndorokakung.com, pasti cukup akrab membaca kata ”pecas ndahe”. Kata ”pecas ndahe” di Jogja dan Solo, biasanya dipakai sebagai umpatan. Kata itu sengaja dipakai untuk menunjukkan kekesalan hati pemiliknya bila melihat dunia yang semakin tua dan penuh tikungan mengejutkan. Demikian aku Wicaksono –pemiliki blog ndorokakung.com– saat ditanya asal-usul tagline ”pecas ndahe”. Continue reading “Menangkap Spirit Nge-Blog Ndoro Kakung”

Ilusi Berbuah Kontroversi

Moh Samsul Arifin*
http://www.jawapos.com/

Imajinasi, hasrat, aspirasi, dan lalu menggumpal menjadi aksi untuk mendirikan negara Islam bukanlah hal baru dalam relasi agama dan negara di Indonesia. Pemberontakan DI/TII yang dipimpin RM Kartosuwiryo, PRRI dan Permesta pada 1950-an adalah bukti bahwa negara Islam menjadi cita-cita sebagian umat Islam.

Menurut Abu A’la Al-Maududi, negara Islam diletakkan pada prinsip utama pada pengakuan kedaulatan Tuhan sebagai segala sumber hukum. Bahwa tak seorang pun yang dapat menetapkan hukum, kecuali Allah SWT sebagai pemilik kedaulatan tunggal. Dalam pengertian ini, negara Islam memiliki tiga pilar, yakni masyarakat muslim, hukum Islam atau syariat Islam, dan khilafah (Islam Radikal, 2002). Continue reading “Ilusi Berbuah Kontroversi”

Ludruk Karya Budaya, Cermin Yang Hidup

Jabbar Abdullah*
http://id-id.facebook.com/people/Jabbar-Abdullah/1020385855

Marsudyo wong cilik biso gumuyu (Berupayalah membuat orang kecil bisa tersenyum)– Semar —

Segala yang menjadi perhatian sudah barang tentu memiliki ?sesuatu? yang menarik dan patut untuk disimak. Begitu pula ketika membincangkan Ludruk Karya Budaya (LKB) yang menurut saya telah menjadi ?legenda hidup? sebagai salah satu ludruk yang ?mungkin? tertua dan pernah ada di Jawa Timur yang mampu bertahan hidup selama 40 tahun. Berangkat dari hasrat dan adanya ?sesuatu? yang menarik itulah tulisan ini dimunculkan dengan maksud untuk menyelami lebih dalam proses kreatif LKB dalam melangsungkan tugas berkeseniannya untuk menjadikan kesenian ludruk lebih bermartabat dan terhormat serta bukan hanya sekadar hiburan saja. Continue reading “Ludruk Karya Budaya, Cermin Yang Hidup”

Peluncur dari atas Bukit

Rini Asmoro
http://www.facebook.com/people/Rini-Asmoro/1639163964

Bukit dan lembah dan langit hijau dan pohon biru, hamparan rumput bak beledu menghias. Pondok tempat tinggalku tepat berada di kaki lembah membelakangi bukit. Selalu menyenangkan berada di tempat berselimut biru pohon seperti ini, mencumbu hijau mencumbu biru bercinta dengan alam. Sendiri. Menyendiri, mencoba melupakan segala sesuatu yang membuat sedih, mencoba melupakan segala bahagia yang pernah hadir. Kerap aku duduk berlama-lama memeluk lutut beralas rerumputan, damai tiada tara walau hanya berkawan angin berkawan sepi berkawan bisu. Continue reading “Peluncur dari atas Bukit”

Pohon Jambu Klutuk

Susy Ayu
http://www.facebook.com/inbox/readmessage.php?t=1144770786712&f=1&e=0#/profile.php?id=1852035871

Pernahkah kau menjumpai pohon jambu klutuk yang bisa menjadi sahabat baik sepanjang perjalanan tiga belas tahun kehidupanmu? Aku bahkan memilikinya, ia tumbuh di halaman rumahku. Dahannya sebagian yang menyeberang pagar adalah tempatku berayun sambil menyanyikan lagu lagu yang ada di ingatanku. Kadang penuh, kadang setengah kadang hanya reff nya saja. Pada setiap baris lagu selalu merupakan sapaan pada ujung dahan untuk mencium tepian parit di seberang pagar. Continue reading “Pohon Jambu Klutuk”

Bahasa ยป