Malkan Junaidi
Ketika Sitinggil masih aktif dulu, beberapa kali Muhammad Yasir mengirimkan puisi. Saya tak ingat pernah memuatnya. Barangkali memang tak pernah. Seingat saya, puisi-puisi Yasir kala itu meledak-ledak, tak terkontrol dengan baik, membuat saya tak yakin untuk meloloskan. Continue reading “YASIR”



